Selasa, 23 September 2014 | 09:16 WIB
PENDIDIKAN

Kepala SDN Cikutra Akui Salah Salurkan BSM

Oleh: Riza Pahlevi
Umum - Rabu, 10 Juli 2013 | 13:07 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Bandung - Kepala SDN Cikutra, Lilis Prihatini mengaku, dirinya telah mengakui kesalahan terkait pembagian Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sebelumnya, orangtua siswa melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Barat terkait pelanggaran penyaluran BSM di SDN Cikutra, Bandung.

"Saya akui saya telah melakukan kesalahan terkait pembagian BSM pada siswa, subsidi silang yang dilakukan pada enam SDN Cikutra. Kesalahannya sebenarnya cuma satu, yakni saya tidak melakukan sosialisasi," kata Lilis saat ditemui di kantornya, Jalan Cikutra Kota Bandung, Rabu (10/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, subsidi silang yang dilakukan di enam sekolah ini bertujuan membantu siswa miskin lainnya. Menurutnya, jatah yang didapatkan sekolah tidak sesuai dengan jumlah siswa miskin.

"Jujur ini inisiatif pribadi sekolah untuk membantu siswa miskin di enam sekolah dibawah pimpinan saya. Kalau tidak begitu, kasihan yang tidak kebagian," ungkapnya.

Di SDN Cikutra 1 terdapat siswa miskin sekitar 50 orang siswa. Namun pada realisasinya, jatah BSM dari pemerintah hanya diberikan kepada 10 orang siswa saja.

Berdasarkan hal itu, lanjutnya, SDN Cikutra berinisiatif melakukan subsidi silang dengan diwujudkan berbagai macam kebutuhan sekolah. "Jadi jatah BSM Rp360 ribu itu kita belikan perlengkapan sekolah. Terus dibagikan pada anak yang benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, semua siswa miskin di SDN Cikutra mendapatkan haknya," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah menggelar rapat bersama orangtua siswa penerima BSM, Rabu (10/7) pagi. Pada rapat tersebut, dirinya menjelaskan terkait penyaluran BSM. "Dan disana, saya meminta maaf karena tidak terlebih dahulu melakukan sosialisasi," tandasnya.

Sebelumnya, Forum Orangtua Siswa (Fortusis) bersama sejumlah orangtua siswa dari SDN Cikutra, Kota Bandung melaporkan penyalahgunaan BSM ke ORI Jawa Barat. Pasalnya, beberapa siswa miskin yang seharusnya menerima BSM sebesar Rp360.000 hanya diberikan perlengkapan sekolah yang secara nominal harganya dibawah besaran BSM.

"Di SD Cikutra menjelang pembagian raport beberapa siswa di bawa guru ke kantor pos untuk menandatangani penerimaan uang dengan nominal Rp360.000. Siswanya tidak diberikan uangnya tapi ditawari barang," kata Ketua Fortusis, Dwi Soebawanto.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Jabar Genjot Lima Pajak
PEMPROV Jabar menggenjot lima pungutan pajak. Tujuannya, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
ASPIRASI + Indeks