Kamis, 23 Oktober 2014 | 17:59 WIB

Gara-gara Motor, 4 Remaja Bunuh Teman Sendiri

Oleh: Dani Rahmat Nugraha
Kriminalitas - Kamis, 18 Juli 2013 | 13:27 WIB
Gara-gara Motor, 4 Remaja Bunuh Teman Sendiri - inilah.com/Dani R Nugraha

INILAH.COM, Soreang - Heboh penemuan mayat korban pembunuhan dalam tong plastik biru di Kampung Rancabungur RT 6 RW 5 Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung terungkap.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bandung berhasil membekuk 4 pelaku pembunuhan sadis tersebut. Ironisnya korban dan para pelaku masih berstatus pelajar itu saling kenal.

Kapolres Bandung AKBP Kemas Ahmad Yamin mengatakan, para pelaku dapat ditangkap selang dua hari kemudian atau 28 jam kemudian pascapenemuan mayat dalam tong yang mengambang di sungai tersebut. Dia, dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan tong tersebut kurang lebih berjarak 1 kilometer.

"Di titik pembuangan tong tersebut ditemukan bercak darah. Lalu kami memintai keterangan beberapa orang warga sekitar yang kebetulan melihat mereka itu mendorong gerobak pengangkut tong dan dibuang ke sungai," kata Kemas Ahmad Yamin Kamis (18/7/2013).

Menurut Kemas, motif pembunuhan terhadap korban yang diketahui bernama Ardi Irawan (16) warga Kampung Bojong Koneng RT 04 RW 06 Desa Bojong Manggu Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung itu, dilatari oleh keinginan para pelaku yang ingin menguasai motor Kawasaki Ninja miliknya.

"Korban dan para pelaku ini teman baik waktu sama-sama di SMP. Setelah itu mereka pisah, korban sekolah di SMA I Dayeuhkolot sedangkan ketiga pelaku ini bersekolah di SMK II Baleendah," katanya.

Para pelaku yang masing-masing berinisial AFB, APP, TR dan BG ini memancing korban untuk datang ke rumah BG. Dengan alasan menawarkan velg motor. Karena awalnya mereka itu teman baik, korban tidak menaruh curiga apapun dan mendatangi keempat pelaku di rumah tersebut.

"Di kamar milik BG inilah korban dihabisi nyawanya dengan sebilah samurai. Setelah sebelumnya ditendang punggungnya lalu ditusuk pada bagian lehernya oleh jarum dan dijatuhkan badannya hingga terlungkup. Setelah itu kaki dan tangan korban dipegangi, lalu tersangka AFT menusukan samurai sebanyak empat kali ke dada korban dan tersangka lainnya kembali menusukkan jara ke punggungnya," ujar Kemas.

Setelah mengetahui korbannya tewas, tersangka BG yang juga pemilik rumah itu, mencari karung plastik, lalu tubuh korban dimasukan ke dalam tong plastik. Lalu BG membersihkan kamarnya yang dipenuhi ceceran darah. Sedangkan ketiga tersangka lainnya, mencari gerobak untuk mengangkut jenazah dalam tong.

"Setelah situasi dirasa sepi, mereka membuang tong tersebut ke Sungai Cisangkuy yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah BG. Lalu tersangka APP membawa motor korban dengan niatan akan dijual," terangnya.

Kemas melanjutkan, aksi keempat pelaku yang tergolong nekat itu, telah direncanakan sebelumnya. Mereka memang berniat melakukan kejahatan. Sebelumnya, mereka berniat melakukan pembegalan di Jalan Raya Baleendah. Namun, entah kenapa niat tersebut berubah dan menjadikan korban yang juga teman baik mereka itu sebagai sasarannya.

Sementara itu, AFB salah seorang tersangka yang bisa dikatakan sebagai otak dari kejahatan tersebut mengatakan, awalnya memang telah direncanakan. Mereka ingin menguasai motor Ninja milik korban. AFB mengaku perbuatan tersebut dilakukan dibawah pengaruh obat penenang jenis kamlet.

"Awalnya kami tidak bermaksud membunuh korban. Tapi memang kami merencanakan pembegalan di Jalan Raya Baleendah, namun tiba-tiba kami kepikiran untuk merampok korban di rumah BG," katanya.

Karena perbuatannya itu, kata Kemas, keempat pelaku ini dijerat hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. Terbukti melanggar pasar 338 dan 365 KUHP. Yakni dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dan melakukan pencurian dengan kekerasan.

Sebelumnya, warga Kampung Rancabungur RT 6 RW 5 Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat dalam sebuah tong warna biru yang mengambang dialiran Sungai Cisangkuy.

Awal penemuan mayat yang belum diketahui identitasnya itu, saat beberapa orang anak yang masing-masing bernama Dendi (14), Rifki (13 dan Acep (12) sekitar pukul 14.30 0 WIB berenang di sungai tersebut. Mereka menemukan sebuah tong warna biru mengambang di tengah sungai. Dari arah selatan menuju utara.

"Karena penasaran sama anak-anak itu tong tersebut diambil. Lalu dibuka, di dalamnya ada plastik besar dan karung dan saat dibuka menyembul kedua kaki mayat tersebut," kata Kapolsek Baleendah AKP Susianti Rachmi, Senin (15/7/2013). [gin]

Berita Lainnya
7 Komentar
Trixy Yoshidaka @ Kamis, 29 Agustus 2013 | 12:58 WIB ya allah karagasuki naruka sagara . whata'si'wa 15 faregesakelkejamnya orang itu saya tidak menerima di penjara 15 tahun semoga ada balasan SALAM TRIXY YOSHIDAKA DARI JEPANG KHONGCU
Indra @ Selasa, 6 Agustus 2013 | 15:59 WIB Gusti... kejam
hadi water 303 @ Jumat, 19 Juli 2013 | 16:49 WIB waduh sadis euy, kpd orang tua yang mampu anaknya jangan dibelikan barang mewah, jd target penjahat
teha @ Jumat, 19 Juli 2013 | 14:33 WIB Berantas kejahatan sering terjadi begal di jln adipati agung baleendah
dikpol @ Jumat, 19 Juli 2013 | 14:25 WIB aduh aduh ngeri sekali brow
  • 1
  • 2
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PERSIB KE SEMIFINAL
PERSIB menaklukkan Persebaya 3-1 di Stadion si Jalak Harupat. Di atas kertas, Persib sudah menggenggam tiket ke semifinal Kompetisi ISL.
ASPIRASI + Indeks