Kamis, 30 Oktober 2014 | 22:11 WIB
EKONOMI

Pemerintah Genjot Kemampuan Peternak Sapi

Oleh: Benny Bastiandy
Ekbis - Senin, 22 Juli 2013 | 13:06 WIB
istimewa

INILAH.COM, Cianjur - Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemampuan peternak sapi, termasuk meningkatkan jumlah produksinya agar bisa memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia. Hal itu dilakukan karena selama ini produksi sapi yang dihasilkan masih sangat minim.

"Jumlah peternak sapi di Indonesia itu lebih kurang ada 6,5 juta dengan jumlah sapi yang dihasilkan sebanyak 14 juta ekor atau rata-rata seorang peternak menghasilkan 2-3 ekor. Jumlah ini masih sangat kurang dengan kebutuhan masyarakat. Makanya pemerintah terus berupaya meningkatkan kemampuan peternak maupun jumlah sapi yang dihasilkan. Jika dibandingkan dengan peternak di Australia, tentunya sangat jauh berbeda. Apalagi di Australia itu hamparan lahannya sangat luas," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Cianjur, Minggu (21/7/2013).

Dia menambahkan, masih minimnya jumlah produksi sapi itu ditambah dengan belum terbentuknya dengan baik pangsa pasar. Artinya, ada sebagian peternak yang berani menjualnya, tapi ada sebagian lagi yang memilih menahan untuk menjualnya melihat kondisi harga di pasaran.

"Makanya pemerintah berupaya keras agar kemampuan peternak, jumlah produksi, termasuk kapasitas pembibitan bisa terus ditingkatkan," ujarnya.

Hatta pun menjamin, daging sapi impor yang saat ini sudah mulai didistribusikan kondisinya sehat dan halal. Karena itu, Hatta mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir dengan labelisasi halal daging impor.

"Walaupun harganya murah, daging sapi impor kami jamin dari sisi higienisnya maupun labelisasi halalnya," tandasnya.[jul]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks