Kamis, 30 Oktober 2014 | 22:12 WIB
POLITIK DAN PEMERINTAHAN

10 Pasangan Calon Ramaikan Pemilihan Bupati Garut

Oleh: Zainulmukhtar
Jabar - Rabu, 24 Juli 2013 | 14:32 WIB
Komisioner KPU Garut - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Kabupaten Garut kembali mengukir sejarah dalam perjalanan demokrasinya, setelah sejumlah catatan peristiwa penting ditorehkan sebelumnya.

Hal itu menyusul lolosnya 10 pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Garut menjadi 10 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut 2013. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut menilai mereka memenuhi syarat sebagai peserta Pibup Garut 2013.

Penetapan 10 pasangan calon tersebut dilakukan melalui Rapat Pleno KPU Kabupaten Garut di ruang rapat Sekretariat KPU setempat Jalan Suherman KM 147 pada Selasa (23/7/2013) malam, mulai sekitar pukul 21.40 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

Dari 10 pasangan calon itu, 4 pasangan di antaranya berasal dari jalur perseorangan, yakni pasangan Yamin Supriatna-Dadan Ramdani (Gerilya), Sirojul Munir-Iwan Suwarsa (Nirwana), Dedi Suryadi-Dedy Dores (D2), dan Dede Kusdinar-Endang Suryana (Berdendang).

Selebihnya 6 pasangan berasal dari partai politik (parpol). Yaitu, pasangan Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin (Akur) yang diusung PPP dan PKB; Rudi Gunawan-Helmi Budiman diusung PBB, Gerindra, dan PKS; Memo Hermawan-Ade Ginanjar (Megar) diusung PDIP dan Golkar; Saeful Anwar-Sherli Besi diusung PAN dan Partai Hanura; dan Ahmad Bajuri-An an Kusmardian (Sabilulungan) diusung Partai Demokrat. Plus pasangan Nadiman-Rd. Holil Aksan Umar Zein (Amanah) diusung koalisi 21 parpol non parlemen.

"Kesepuluh pasangan calon ini memenuhi syarat sebagai peserta Pilbup Garut 2013, sesuai Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2012. Setelah verifikasi dokumen selama lebih kurang 40 hari, dipastikan seluruh persyaratan calon diserahkan ke KPU ini pun asli," kata Ketua KPU Kabupaten Garut, Aja Rowikarim, seusai Rapat Pleno.

Penetapan 10 pasangan calon itu sendiri tertuang dalam Keputusan KPU Kabupaten Garut Nomor 62/Kpts/KPU-Kab.011.329062/TAHUN 2013 tertanggal 23 Juli 2013.

Rapat Pleno sendiri berlangsung secara tertutup, dengan hanya dihadiri Ketua dan Anggota KPU Garut serta unsur Sekretariat KPU Garut, dan unsur Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut.

Ketertutupan kegiatan sangat terasa dengan ditutupinya setiap kaca jendela ruangan rapat dengan lembaran kertas Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPRD Garut untuk Pileg 2014. Sehingga siapapun sulit mengintip keadaan dalam ruangan.

"Mestinya terbuka saja. Waktu penetapan dukungan saja terbuka, kenapa yang ini tidak ? Lagi pula, mengapa kertas-kertas DCS harus ditempel di tembok gedung?Apa tidak bisa dibuatkan papan pengumuman atau baliho? Padahal dananya kan besar?" protes Edi Apip, salah satu tim sukses pasangan calon Sirojul Munir-Iwan Suwarsa.

Kalangan perwakilan tim sukses pasangan balon maupun aktivis pergerakan yang datang memantau Rapat Pleno tersebut bisa dihitung jari. Begitu pun awak media massa yang datang meliput, hanya segelintir orang. Bisa jadi, hujan yang turun sejak sore hari memengaruhi keadaan tersebut.

Kantor KPU Kabupaten Garut bahkan terkesan "diduduki" aparat kepolisian, saking banyaknya jumlah mereka yang melakukan penjagaan selama berlangsung Rapat Pleno. Polisi berpakaian seragam dinas maupun berpakaian preman menyebar melakukan penjagaan di setiap titik.

Aparat kepolisian bahkan telah siaga sejak pagi hari. Diduga hal itu terkait merebaknya isu akan adanya pengerahan massa dari pihak tertentu ke KPU. Rencananya, KPU akan menggelar penetapan nomor urut pasangan calon pada Kamis (25/7/2013) besok.

"Sesuai jadwal, direncanakan untuk pengundian nomor urut pasangan calon kita lakukan 25 Juli di gedung Mutiara Cipanas," kata anggota KPU Garut, Zakki Saleh. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks