Minggu, 31 Agustus 2014 | 17:19 WIB

Tausiah Ust Yusuf Mansur: Allah Akan Mengatasinya

Oleh:
Syiar - Rabu, 31 Juli 2013 | 09:03 WIB

INILAH.COM, Bandung - Jemaah yang dicintai Allah. Bintang benar. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa. Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa, persoalan berat yang kita hadapi, insya Allah, Dia akan mengurus permasalahan-permasalahan kita.

”... Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh... Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah, niscaya Allah yang akan mencukupkannya.” (QS Al-Thalq [65]: 3).

Bintang mau meyakini, kalau Allah sudah berkenan, maka segala sesuatu bisa saja terjadi. Terjadi bukan karena perasaan manusia. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi.

”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. Sesungguhnya urusan-Nya jika Dia menghendaki sesuatu, cukup bagi-Nya mengatakan Kun, Fayakuun. Jadi, maka jadilah.” (QS Y’ Sn [36]: 82).

Dan bukankah Allah sendiri yang bilang, bahwa Dia tidak memiliki batas, “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir, sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS li ‘Imrn [3]: 26).

Bintang pun memproses permohonannya. Dia mendekatkan dirinya pada Allah. Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. Ya, ketika di awal memohon pertolongan Allah, keadaannya Bintang memprihatinkan.

Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang. Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini.

”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina... Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman, yang percaya kepada Allah... liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim.. supaya bertambah-tambah imannya...” (QS Al-Fath [48]: 4).

Maka benarlah kiranya ungkapan ini, cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini:

“Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa... dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka, maka Allah akan berikan baginya jalan keluar.

... wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib... dan Allah akan berikan rezeki dari jalan yang tiada ia duga... wa mayyatawakkal ’alawlooh... dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah... fahuwa hasbuh... maka Allah akan mencukupkannya.

Innawlooha baalighu amrihi.... sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu... qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya.” (QS Al-Thalq [65]: 2-3).

Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya. Babak menikmati perjalanan doa, menikmati
perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut takwa, dan menikmati perjalanan pertaubatannya.

Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”... Wa may-yattaqillaaha... Sesiapa yang bertaqwa... yaj’allahuu mi amrihii yusroo... Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya. (QS Al-Thalq [65]: 4).

”Wa may-yataqillaaha... Sesiapa yang bertawa... yukaffir ’anhu sayyi-aatihi... Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya... wa yu’dzim lahuu ajroo... dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya.” (QS Al-Thalq [65]: 5).

Dalam pada itu, ketika manusia bertaubat, Allah berjanji akan menghapus kesalahannya, memperbaiki hidupnya, serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya. Benarlah juga ungkapan yang mengatakan, cukuplah awal untuk memperbaiki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan.

”Yaa ayyuhalladziina aamanuu... wahai orang-orang yang beriman... tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa.... bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenar benarnya pertaubatan

...’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum... mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu

... wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar.... dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai

... yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu... pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya

...nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim... cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka... yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa... mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami

... waghfirlanaa... dan ampunilah kami... innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir... sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Tahrm [66]: 8).

*Bersambung

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BIDIK RUNNER-UP
MESKI sudah pasti lolos 8 besar kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persib bertekad meneruskan tren positif. Targetnya, meraih posisi runner-up wilayah barat.
ASPIRASI + Indeks