Rabu, 22 Oktober 2014 | 01:18 WIB

Kompolnas Dalami Kasus Pembunuhan Siska

Oleh: Dery F Ginanjar
Kriminalitas - Jumat, 16 Agustus 2013 | 19:35 WIB

INILAH.COM, Bandung - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sengaja datang ke Bandung khusus untuk menyelidiki dugaan keterlibatan anggota polisi dalam kasus terbunuhnya Fransiska Yofie. Selama ini sudah beredar isu simpang siur yang cukup mengganggu kredibilitas institusi polisi.

"Kami masih mendalami kasus ini, belum ada kesimpulan. Kami turun untuk meakukan klarifikasi terhadap kasus terbunuhnya Siska. Ini salah satu bentuk kepedulian Kompolnas terhadap peristiwa yang cukup menonjol dihadapan masyarakat," ujar Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman usai bertemu Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarni di Mapolrestabes Bandung Jalan Jawa, Jumat (16/8/2013).

Hamidah menyatakan, kasus ini berkembang menimbulkan beberapa penafsiran. Bahkan muncul opini yang harus diklarifikasi sehingga perlu melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan Bidpropam Polda Jabar untuk mencari kebenarannya.

"Kita akan ketemu dengan Kompol A. Kita akan tanya banyak hal. Tunggu saja hasil lebih lanjut. Nanti kita akan buat laporan lengkap," tandasnya.

Hal sama dikatakan Komisioner Kompolnas lainnya M Naser. Menurutnya, Kompolnas turun ke Bandung karena adanya tulisan media dan penafsiran simpang siur yang dikhawatirkan akan mengganggu kredibilitas institusi polisi.

"Pada prinsipnya Kompolnas datang untuk melihat apakah ada kaitan gak tindak pidana umum ini dengan anggota polri. Kalau ada, kami dorong sekuat-kuatnya pimpinan Polri wilayah ini untuk bersikap tegas. Tetapi kalau tidak ada, jangan dibiarkan anggota itu dihakimi secara tidak fair," tegas Naser.

Naser berjanji akan menilai, memantau, dan mengawasi perilaku kinerja dan integritas Polri. Karena itu, Kompolnas harus melihat ke TKP sampai Polda Jabar atau perjalanannya masih panjang.

"Kami sampai tanggal 17 Agustus disini. Kami bekerja karena sudah tahu tugasnya, tidak perlu intruksi presiden segala," tegasnya.[ang]

Berita Lainnya
1 Komentar
bocah @ Senin, 19 Agustus 2013 | 13:20 WIB AH Kompolnas cuma buang duit negara, paling juga IDEM masak 2 hari kerja bisa buat laporan lengkap paling YeS n yeS saja sama POLDA JABAR. Gak Professional cuma jalan2.
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Menanti Kabinet Jokowi
RESMI menjabat Presiden, Joko Widodo segera mengumumkan kabinetnya. Ada perubahan setelah dari PPATK dan KPK.
ASPIRASI + Indeks