Kamis, 23 Oktober 2014 | 16:20 WIB

Luas Lahan Kedelai di Kabupaten Bandung Menyusut

Oleh: Dani Rahmat Nugraha
Bandung raya - Jumat, 30 Agustus 2013 | 18:02 WIB

INILAH.COM, Soreang - Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanhutbun) Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengakui luas lahan pertanian kedelai terus menurun.

Berdasarkan data, pada 2011 lalu luas lahan kedelai kurang lebih 64 hektare. Namun pada 2012 menurun jadi 44 hektare dan hingga Juli 2013 ini hanya tersisa 18 hektare saja.

"Pada dasarnya semua lahan di Kabupaten Bandung itu cocok untuk ditanami kedelai. Tapi yah itu minat petaninya terus menurun, sehingga kami kembali menggalakan pertanian kedelai ini," katanya, Jumat (30/8/2013).

Kendala lainnya, ujar Tisna, yakni tidak adanya gudang yang memadai serta jaminan kepastian harga. Selainitu, tidak adanya tempat pelelangan atau penjualan juga jadi persoalan. Padahal, bertani kedelai ini jauh lebih rumit ketimbang menanam padi dan komoditas lainnya.

Upaya yang dilakukan pihaknya, kata Tisna, kembali mengajak para petani untuk menanam kedelai. Caranya dengan memberikan bantuan bibit serta pendampingan kepada petani oleh para petugas penyuluh lapangan.

"Saya berharap, kalau pertaniannya sudah berjalan kembali dengan baik. Instansi lain, semisal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat bergerak dibidang ini, seperti membeli kedelai hasil petani sekaligus mengatur tata niaganya. Kalau sekarang kan hanya mengandalkan para tengkulak," terangnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung, Popy Hopiah mengatakan, kebutuhan para perajin tahu tempe di Kabupaten Bandung per harinya kurang lebih 40 ton. Dari jumlah tersebut, persentase kedelai lokalnya hanya sekitar 0,2%. Sisanya adalah kedelai impor dari Amerika Serikat.

"Kalau jumlah perajin tahu tempe, di Kabupaten Bandung ada 400 perajin skala besar dan 100 skala kecil menengah. Selama ini mereka dipasok kedelai dari lima distributor yang ada di Cicalengka, Banjaran, Majalaya, Baleendah, Margahayu dan satu Koperasi Tahu Tempe (Kopti)," katanya.

Hingga saat ini, lanjut Popy, ketersediaan barang masih mencukupi. Namun harganya memang terus naik. Untuk hari ini, harga perkilogram kedelai impor ditingkat bandar mencapai Rp9.000, sedangkan di tingkat pengecer menjadi Rp. 9.700 per kilogram. Padahal, Senin lalu, harga per kilogram masih berada kisaran Rp8.000 hingga Rp8.700 per kilogram. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
PERSIB KE SEMIFINAL
PERSIB menaklukkan Persebaya 3-1 di Stadion si Jalak Harupat. Di atas kertas, Persib sudah menggenggam tiket ke semifinal Kompetisi ISL.
ASPIRASI + Indeks