Sabtu, 2 Agustus 2014 | 07:22 WIB
LINTAS JABAR

Paslon Belum Laporkan Dana Kampanye Pilbup Garut

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Rabu, 11 September 2013 | 17:05 WIB
KPU Kabupaten Garut - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Pemungutan suara Pilbup Garut 2013, telah usai. Namun hingga Rabu (11/9) ini, tak satu pun tim kampanye dari 10 pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Garut menyerahkan laporan dana kampanyenya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut.

Sejauh ini, tim kampanye baru sebatas menyerahkan rekening koran dana kampanye ke KPU namun tidak disertai rincian sumber maupun penggunaan dananya.

"Tim kampanye AKUR (Agus Hamdani-Abdusy Syakur) saja baru menyerahkan rekening korannya pada 6 September, dua hari menjelang pencoblosan. Dan yang lainnya, paling awal pada hari kedua masa kampanye, 23 Agustus. Sedangkan soal laporan dana kampanye, sampai saat ini belum satu pun yang menyerahkan ke KPU," kata Kepala Bagian Hukum Sekretariat KPU Kabupaten Garut, Dudung Zulkifli, Rabu (11/9).

Sesuai Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye Peserta Pemilu, rekening dana kampanye harus sudah dilaporkan ke KPU sehari sebelum masa kampanye dimulai, dan sehari sesudah masa kampanye berakhir.

"Saya beberapa kali menghubungi Tim Sukses, baik melalui surat resmi maupun telepon untuk segera menyerahkan laporan dana kampanyenya. Bahkan pada masa kampanye, saya minta mereka menyerahkan laporan penggunaan dana kampanyenya secara harian. Mereka hanya menjawab siap melakukannya. Tapi sampai sekarang, masih belum kita terima juga," kata Dudung.

Menurutnya, dana kampanye tim paslon dilaporkan ke KPU mesti memuat rincian sumber dan penggunannya. Semisal berapa dana dihabiskan untuk pengadaan atribut kampanye, kegiatan kampanye rapat terbuka, dan kegiatan kampanye rapat terbatas. Termasuk, berapa biaya dihabiskan pemasangan alat peraga kampanye stiker di kendaraan-kendaraan.
Sesuai peraturan, dana kampanye dari perseorangan yang diterima paslon tak boleh melebihi Rp50 juta. Dengan catatan, setiap penerimaan dana lebih dari Rp2,5 juta wajib dilaporkan ke KPU, berikut identitas jelas pemberi bantuan dana tersebut. Sedangkan penerimaan dana kampanye dari kelompok, atau perusahaan atau badan hukum swasta diterima paslon tak boleh melebihi Rp350 juta. Dana kampanye tersebut selanjutnya akan diperiksa/diaudit Tim Audit independen.

"Penyerahan laporan dana kampanye itu kan sudah aturan. Karena tim kampanye tak juga menyerahkannya, Tim Audit langsung meluncur ke tim kampanye masing-masing paslon untuk memintai laporan dana kampanyenya," kata Dudung disertai Komisioner KPU Garut Divisi Hukum dan Sosialisasi, Zaki Resmana Saleh.

Salah satu kelemahan aturan yang menjadi alasan tim kampanye terkesan acuh tak acuh terhadap pelaporan dana kampanyenya, karena tidak ada sanksi tegas mengenai mereka yang tak menyerahkan laporan dana kampanye tersebut.

"Tapi informasi dari Tim Audit, tidak diserahkannya laporan dana kampanye ini setidaknya akan menjadi hambatan, terutama bagi paslon pemenang ke depan," ujar Zaki.

Pilbup Garut 2013 sendiri diikuti 10 paslon Bupati dan Wakil Bupati Garut. Yakni Dedi Suryadi-Deddy Supriadi Dores (perseorangan), Yamin Supriatna-Dadan Ramdani (perseorangan), Sirojul Munir-Iwan Suwarsa (perseorangan), Memo Hermawan-Ade Ginanjar (PDIP, Golkar), Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin (PPP, PKB), Nadiman-Holil Aksan Umarzen (koalisi parpol non parlemen), Saeful Anwar-Serli Besi (PAN, Hanura), Rudi Gunawan-Helmi Budiman (PBB, Gerindra, PKS), Ahmad Bajuri-An An Kusmardian (Demokrat), dan Dede Kusdinar-Endang Suryana (perseorangan).[ang]

Berita Lainnya
1 Komentar
hakimoesman @ Jumat, 13 September 2013 | 07:55 WIB apakah setiap pasangan calon pilkada memperoleh bantuaan dana dari pemerintah melalui KPU?
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
MACET NAGREG MENGGILA
JALUR Nagreg mulai ramai. Pemudik bermotor mendominasi jalur. Kendaraan mengular hingga 30 Km mulai dari Ciamis hingga Nagreg.
KARIKATUR + Indeks