Jumat, 31 Oktober 2014 | 01:57 WIB
LINTAS JABAR

Caleg DPRD Garut, 54 Orang IRT dan 327 Lulusan SMA

Oleh: Zainulmukhtar
Priangan - Senin, 16 September 2013 | 16:03 WIB
istimewa

INILAH.COM, Garut - Sedikitnya 54 orang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Garut akan berebut suara untuk bisa duduk di kursi DPRD Kabupaten Garut pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Para IRT tersebut merupakan calon anggota legislatif (caleg) perwakilan partai politik (parpol) yang tersebar di 5 Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Garut. Hal itu diketahui berdasarkan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kabupaten Garut periode 2014-2019 untuk Pileg 2014 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut.

Menurut Kepala Bagian Hukum Sekretariat KPU Kabupaten Garut, Dudung Zulkifli, total jumlah caleg di Kabupaten Garut, sesuai DCT, mencapai 594 orang. Dari 12 parpol peserta Pileg, ada dua parpol tidak mengisi 100 persen kuota calegnya. Yakni PKS yang menempatkan calegnya sebanyak 48 orang, dan PKPI sebanyak 46 orang. Sedangkan parpol lainnya menempatkan calegnya 100 persen, sesuai kuota, yakni 50 orang.

Selain IRT, caleg berlatar belakang anggota legislatif, baik di DPRD Garut maupun DPRD Jabar, jumlahnya cukup banyak mencapai 39 orang. Begitu pun mereka yang berlatar belakang pekerjaan kepala desa sedikitnya 30 orang, dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau pensiunan PNS sedikitnya 33 orang. Selebihnya, para caleg didominasi mereka yang berlatar belakang pekerjaan pegawai swasta dan wiraswasta.

Sementara dari latar belakang pendidikan, para caleg untuk DPRD Kabupaten Garut periode 2014-2019 didominasi mereka yang berpendidikan SMA atau sederajat, sebanyak 327 orang. Dan sebanyak 22 orang diantaranya merupakan lulusan Paket C.

Sedangkan mereka yang berpendidikan Sarjana (S-1) sebanyak 201 orang, Pascasarjana (S-2) sebanyak 37 orang, dan hanya satu orang berpendidikan doktoral (S-3). Sisanya merupakan caleg berlatar belakang pendidikan diploma, baik Diploma I (D-1) maupun Diploma II (D-2), dan Diploma III (D-3).

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut, Dudi Supriadi, mengingatkan masyarakat bersikap cerdas dalam memilih caleg. Pasalnya, berdasarkan DCT di KPU tersebut banyak di antara caleg merupakan politisi dadakan yang masih belum diketahui dan terukur kapabilitasnya.

Kendati banyaknya politisi dadakan berbondong-bondong mendaftar jadi caleg merupakan bentuk partisipasi dalam demokrasi, tapi kesan menjadi caleg tak lebih dari upaya meraih prestise dan harapan masa depan menjanjikan cukup menonjol. Hal itu karena tak jelasnya kapabilitas dimiliki caleg bersangkutan.

"Di sinilah masyarakat Garut jeli. Harus bisa melihat jejak rekamnya selama di masyarakat. Jangan sampai salah memilih. Memilih caleg itu harus yang memang bisa mewakili aspirasi masyarakat," tegas Dudi.

Secara khusus, Dudi mengingatkan masyarakat mesti berpikir kritis mengevaluasi kinerja legislator yang kini mencalonkan diri lagi di Pileg 2014. "Apakah masyarakat merasa terwakili ketika calon itu menjalankan tugas dan fungsinya di dewan selama 5 tahun, atau tidak? Kalau hanya duduk manis tanpa pernah serius memperjuangkan aspirasi rakyat, jangan pilih lagi," tandasnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks