Jumat, 29 Agustus 2014 | 17:04 WIB

Jamu Babah Kuya 'Terbang' Hingga Negeri Belanda

Oleh: Ariez Riza Fauzy
Kesehatan - Selasa, 17 September 2013 | 10:37 WIB
Toko Jamu Babah Kuya - istimewa

INILAH.COM, Bandung - Toko Jamu Babah Kuya di Jalan Pasar Selatan No 33, merupakan tempat obat tradisional Cina yang sangat terkenal di Bandung. Banyak masyarakat yang datang ke toko ini untuk membeli obat. Begitu juga masyarakat luar kota Bandung, bahkan luar negeri.

“Yang membeli juga banyak yang dari luar jawa seperti Jakarta, Bali, Kalimantan bahkan dari Malaysia, Swiss, Jerman, Belanda bahkan Jepang dan Republik Ceko,” Iwan Setiadi (80), generasi keempat dari pendiri toko jamu babah kuya.

Menurut Iwan, ramuan jamu juga sering dijadikan objek penelitian oleh mahasiswa luar negeri, termasuk referensi pengajarnya yang sudah bertitel profesor.

“Tak jarang juga menjadi bahan penelitian sejumlah profesor dari Amerika, Jerman dan Jepang. Mereka kebanyakan untuk meneliti atau jenis tanaman yang ditemui,’’ pungkasnya.

Harga jamu sendiri terbilang tidak terlalu mahal. Mulai harga Rp10.000 hingga Rp100.000 ada ditemui di toko jamu Babah Kuya ini. “Tergantung jenis obatnya ada yang mahal dan ada yang murah. Tetapi semuanya terjangkau,” ujar dia. [gin]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERUJUNG MAUT
PIPA solar milik PT Pertamina bocor dan meledak di Subang, Kamis (28/8). Tiga korban tewas. Illegal tapping diduga jadi pemicu insiden.
ASPIRASI + Indeks