Rabu, 1 Oktober 2014 | 04:57 WIB

Sidang Pembunuhan Pelajar Ditunda, Keluarga Ngamuk

Oleh: Dani R Nugraha
Hukum - Rabu, 25 September 2013 | 19:14 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Soreang - Sidang lanjutan kasus pembunuhan dengan korban siswa sekolah menengah atas (SMA) Dayeuhkolot, Ardi (16), di Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) kembali ricuh. Pihak keluarga korban yang menunggu jalannya persidangan sejak pagi, kembali mengamuk dan mengejar keempat terdakwa saat dibawa dari ruang persidangan ke ruang tahanan.

Kemarahan puluhan orang keluarga dan teman-teman korban semakin menjadi-jadi saat majelis hakim menunda persidangan. Keempat terdakwa yang dikawal ketat pihak Kepolisian pun hanya beberapa menit berada di ruang sidang Utama Cakra. Persidangan yang agendanya akan membacakan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), urung digelar karena surat Rencana Tuntutan (Rentut) yang belum ditadatangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Rencananya, sidang akan kembali digelar pada Senin (30/9) mendatang.

Sebagai pelampiasan, pihak keluarga korban memaki-maki aparat kepolisian yang telah bersiaga sejak pagi. Dari pantauan INILAH.COM, puluhan keluarga dan teman sekolah korban sudah hadir di PNBB Baleendah sejak pagi meski sidang baru digelar pukul 14.00 WIB.

Mereka bergerombol tepat di ruang tahanan tempat keempat tersangka yakni AFB, APP, TR dan BG, menunggu sidang. Puluhan aparat kepolisian dari anggota Sabhara Polres Bandung disiapkan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Baleendah, AKP Susianti Rachmi mengatakan, sudah menjadi tugas kepolisian untuk melindungi warga, termasuk para terdakwa. "Mereka kami evakuasi melalui jalan lain, karena kami tidak mau para tersangka jadi bulan-bulanan keluarga korban," ujar Rachmi.

Sementara Humas PNBB, Yoseph Rahantoknam menyebutkan, sidang ditunda karena rentut dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) belum turun. "Pihak jaksa tidak bisa membacakan tuntutan karena Rentutnya belum keluar," terang Yoseph.

Untuk mengantisapasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya tetap akan meminta bantuan aparat kepolisian untuk melakukan penjagaan keamanan saat sidang kembali digelar Senin (30/9).

"Permintaan bantuan keamanan aparat kepolosian ini akan terus berlangsung hingga sidang ini beres," tandasnya.

Yoseph berharap, untuk pelaksanaan sidang ke depan diharapkan tidak lagi ada penundaan. Jika terus ditunda, situasi akan semakin memanas. Sidang kasus pembunuhan ini pun digelar tertutup, karena para tersangka masih berusia dibawah umur atau persidangan anak.

"Jika sidang terbuka untuk umum, bisa dipastikan sidang tidak akan berjalan alias batal," tegasnya.

Terkait pidana yang akan diterima para terdakwa, Yoseph mengaku tidak tahu. Biasanya, kata dia, tuntuan persidangan ini tuntunyannya ada batasan, tidak seperti orang dewasa. "Biasanya tuntutannya setengah dari tuntutan orang dewasa," tambahnya.[ang]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
KERTAJATI HARUS JADI
BANDARA Husein Sastranegara sudah tak mampu menampung lonjakan penumpang. Maka, pembangunan Bandara Kertajati harus jalan terus.
ASPIRASI + Indeks