Sabtu, 20 Desember 2014 | 09:53 WIB

Inilah Sejarah Jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey

Oleh: Dani Rahmat Nugraha
Bandung raya - Selasa, 8 Oktober 2013 | 15:48 WIB

INILAH.COM, Bandung - Jalur kereta api Bandung-Ciwidey memiliki sejarah cukup panjang. Jalur tersebut mulai beroperasi pada 1923 yang merupakan jalur kereta api pertama di Bandung Selatan.

Jalur ini dimulai dari Stasiun Cikudapateuh, Pasar kordon Buahbatu, Pamengpeuk, Banjaran, Soreang, dan berakhir di Stasiun Cimuncung Ciwidey. Pada masa awal kemerdekaan hingga awal 1970-an, jalur Bandung-Ciwidey menjadi akses utama kecamatan Ciwidey menuju pusat aktivitas perekonomian di Bandung.

Masyarakat memanfaatkan jasa angkutan ini sebagai sarana pengiriman barang kebutuhan sehari-hari. Selain itu, masyarakat Ciwidey memanfaatkan jalur ini sebagai sarana untuk bepergian ke Bandung dan mencari pekerjaan sebagai buruh harian pada musim kemarau.

Akhir dari pengoperasian kereta api Bandung-Ciwidey ini ditandai dengan sebuah kecelakaan rangkaian yang ditarik lokomotif seri BB di kampung Cukanghaur, Kecamatan Pasir Jambu yang menewaskan tiga orang pada Juli 1972.

Kecelakaan tersebut diakibatkan kelebihan beban saat mengangkut kayu untuk dikirim ke Jakarta. Selain alasan itu, jalur Bandung-Ciwidey ini dirasa kurang menguntungkan. Sehingga pada 1975 jalur Kereta api Bandung-Ciwidey resmi ditutup.

Namun, dalam program strategis yang digalakkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI), salah satunya menyebutkan, revitalisasi sejumlah jalur kereta api yang sudah lama mati. Salah satunya jalur Bandung-Ciwidey.

Namun untuk merealisasikan rencana tersebut, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena PT KAI harus menertibkan sejumlah aset di sepanjang jalur yang sudah lama dikuasai warga.

Vice Presiden Aset Wilayah Barat PT KAI, Mateta menuturkan, banyak aset kereta api yang memang dikuasai orang-orang tidak berhak. Ada yang penguasaannya langsung ada yang tidak langsung.

“Penguasaan langsung itu asset PT KAI mereka tinggali. Ada yang berupa penguasaan rumah dinas maupun lahan milik PT KAI,” ujarnya.

Untuk di DAOP II Bandung, sejumlah jalur kereta api yang akan dibersihkan dari penghuni liar yakni jalur arah Pangandaran, Banjar, Majalaya, Tanjungsari, Ciwidey, dan Rancaekek. Jalur tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. [rni]
.

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BANJIR RENDAM TUJUH KECAMATAN
PUTING beliung pergi, banjir datang menyongsong. Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang air.
ASPIRASI + Indeks