Jumat, 24 Oktober 2014 | 16:31 WIB
LINTAS JABAR

KHL 2014 di Subang Ditetapkan Rp1.577.559

Oleh: Zaenal Muttaqien
Pakuan - Jumat, 18 Oktober 2013 | 18:48 WIB
inilah.com/zaenal muttaqien

INILAH.COM, Subang - Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Subang menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Subang senilai Rp1.577.559. Rapat penentuan KHL berlangsung alot.

"Perundingan sangat alot dari pukul 14.00 WIB hingga 23.00 WIB Kamis (17/10/2013) lalu, dan ini merupakan hasil terbaik. Peningkatan KHL 2014 tentu cukup signifikan, mencapai 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp1.220.000," kata perwakilan Depekab dari akademisi, Setedjo kepada INILAH.COM, Jumat (18/10/2013).

Dia mengatakan, keputusan KHL dilakukan melalui pemungutan suara. Besaran KHL itu, kata dia, berdasarkan hasil survei yang dilakukan di tiga pasar berbeda, yakni Pasar Sukamandi, Kasomalang, dan Purwadadi.

"KHL yang ditetapkan merupakan hasil keputusan 23 anggota yang hadir. Karena dua lainnya tak menghadiri rapat, dan itu sudah menyepakati kuorum," kata Soetedjo.

Dalam 60 item yang menjadi rujukan KHL, jelas Soetedjo, pembahasan rapat mengerucut pada satu poin, yakni transportasi. Depekab Subang menilai, biaya perjalanan masih dalam kawasan kota.

"Untuk transportasi, pembahasan memang sangat alot. Kami menilai biaya transportasi masih di kawasan kota. Saat itu ada beberapa opsi yakni Rp13.000, Rp10.200, Rp9.620, Rp8.500, dan Rp7.040. Hasil voting terbanyak yakni Rp9.620," katanya.

Menanggapi hal itu, perwakilan buruh di Depekab, Suwira, mengaku pihaknya sudah berupaya meningkatkan poin transportasi menjadi Rp13 ribu. Namun hasil voting memutuskan berbeda.

"Tapi ini baru penentuan KHL, kami tetap akan berjuang untuk tuntuan UMK Subang senilai Rp2.200.000," ucap Suwira.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Subang, Cahyadi mengatakan, hasil penentuan KHL itu merupakan solusi terbaik untuk buruh maupun perusahaan. Pihaknya pun siap mengikuti aturan yang telah ditentukan.

"Suka atau tidak suka itulah hasil keputusan rapat. Mau tidak mau kami harus menjalankannya," ujar Cahyadi. [hus]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks