Sabtu, 25 Oktober 2014 | 01:01 WIB

Sidang Bansos,Heri Keberatan Kesaksian Kadistarcip

Oleh: Ahmad Sayuti
Hukum - Kamis, 7 November 2013 | 13:34 WIB
Terdakwa kasus suap Bansos Heri Nurhayat - inilah.com/Ahmad Sayuti AK

INILAH.COM, Bandung - Terdakwa kasus suap Bansos Heri Nurhayat keberatan dengan kesaksian koleganya sesama kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Pemkot Bandung Rusjaf Adi Menggala.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap bansos pemkot Bandung di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (7/11/2013).

Dalam sidang yang dipimpin Nurhakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan dua orang saksi, yakni Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung Rusjaf Adi Menggala dan Dirut PDAM Pian Sopian.

"Saya keberatan dengan keterangan saksi yang mulia. Memang saya tidak menerima uang langsung dari kedua saksi, tapi saya menerima dari stafnya sebesar Rp50 juta berupa cek," papar Heri di persidangan.

Sementara itu, Rusjaf dalam kesaksiannya menyebutkan, dirinya sama sekali tidak pernah diperintah atau disuruh untuk memberikan uang kepada Heri Nurhayat dalam kaitannya dengan pengurusan perkara Bansos.

"Saya juga aneh Pak Sekda (Edi Sis) bilang saya nyumbang. Padahal saya tidak pernah memberi, dan Pak Sekda pun tidak pernah meminta," ujarnya.

Kendati begitu, Rusjaf mengakui ada pertemuan dengan Wali Kota (Dada) dan Sekda di kediaman Wali Kota di Tirtasari. Namun, itu semua untuk membicarakan Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ). "Sepintas ada imbauan untuk memberikan bantuan kepada Heri. Tapi itu hanya sepintas. Saya tidak pernah nyumbang Rp 500 juta," bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan Dirut PDAM Pian Sopian. Dirinya mengaku tidak pernah memberikan uang Rp 200 juta kepada terdakwa Heri Nurhayat.

"Memang saat itu Pak Heri hubungi saya minta bantuan untuk fee lawyer Rp50 juta. Tapi saat itu saya bilang, gak ada uang sebesar itu dan jika ada pun saya harus merogoh dari saku saya sendiri. Makanya, di lain hari saya hanya beri Rp7,5 juta," tandasnya.

Sidang suap kasus Bansos Pemkot Bandung akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. [rni]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks