Jumat, 24 Oktober 2014 | 23:52 WIB
LINTAS JABAR

Deadlock, UMK 2014 Sukabumi 'Menggantung'

Oleh: Budiyanto
Pakuan - Kamis, 7 November 2013 | 20:58 WIB

INILAH.COM, Sukabumi - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukabumi 2014 masih belum ditetapkan. Rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Sukabumi yang dilaksanakan di Palabuhanratu, Kamis (7/11/2013) belum menemukan titik temu.

"Rapat pleno dihentikan karena belum ada titik temu antara pengusaha dan buruh. Keinginan antara pengusaha dan buruh terlalu jauh," kata Ketua Depekab Sukabumi, Agung S Sinagar kepada wartawan, Kamis (7/11/2013).

Data Depekab Sukabumi nilai kebutuhan hidup layak (KHL) telah ditetapkan sebesar Rp1.565.000. Sedangkan UMK Sukabumi 2013 sebesar Rp1.202.000 per bulan.

Agung menjelaskan, dalam rapat pleno pengusaha menyanggupi 83 persen dari nilai KHL yakni Rp1,392 juta. Sedangkan buruh berkeinginan 110 persen dari KHL sebesar Rp1,7 juta per bulan.

"Rapat pleno dihentikan supaya pihak perwakilan pengusaha dan buruh bisa berkonsolidasi dengan kelompok masing-masing. Besok Jumat, rapat dilanjutkan," ujar dia.

Rapat pleno yang dilaksanakan Kamis (7/11/2013) petang diikuti 13 anggota. Meliputi lima orang unsur pengusaha, empat unsur buruh, dan empat orang unsur pemerintah. [hus]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks