Kamis, 30 Oktober 2014 | 22:10 WIB

Polda Jabar Ungkap Pidana Perbankan Rp1,2 Miliar

Oleh: Ahmad Sayuti
Kriminalitas - Rabu, 13 November 2013 | 11:38 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Bandung- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar berhasil mengungkap kasus tindak pidana perbankan yang terjadi di PT BPR Sadayana Artha Majalaya senilai Rp1,2 miliar. Saat ini, BPR tersebut sudah dilikuidasi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, dalam kasus tindak pidana perbankan, Dit Reskrimsus mengamankan enam orang tersangka, yakni Komisaris utama AN, Direktur Utama ZE, Direktur PT BPR AM, Kabag Operasional PT BPR SR, Account Officer NI, dan KHA.

"Kasus tindak pidana ini terjadi pada 2009-2011. Saat ini PT BPR Sadayana Artha Majalaya sudah dilikuidasi," paparnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Rabu (13/11/2013).

Ia menyebutkan, modus yang dilakukan para tersangka, dengan cara penarikan tabungan tanpa seizin nasabah, menarik angsuran kredit yang tidak dicatat dalam pembukuan, pemberian kredit fiktif, dan rekayasa pengeluaran biaya-biaya fiktif.

Menurutnya, keenam tersangka ini punya peran tersendiri. Misalnya SR selaku Kabag Operasional telah menarik tabungan milik 10 orang nasabah PT BPR Sadayana Artha Majalaya tanpa seizin dan sepengetahuan para nasabah dengan total nominal Rp56.600.000.

Kemudian, NI dan KHA selaku Account Officer PT BPR Sadayana Artha Majalaya melakukan penarikan angsuran kredit 98 debitur PT BPR Sadayana Artha Majalaya yang tidak tercatat dalam pembukuan atau laporan bank dengan total nominal sebesar Rp313.800.000.

Sementara ZE selaku Direktur Utama PT BPR Sadayana Artha Majalaya, dan AM selaku Direktur PT BPR Sadayana Artha Majalaya dan NI melakukan rekayasa kredit. Terdapat 34 kredit fiktif dan 18 kredit topengan dengan total Rp791.000.000, yang sebagian dananya dipakai oleh AN.

Selain itu, katanya, ZE dan SR juga melakukan rekayasa pengeluaran biaya-biaya fiktif seperti perjalanan dinas, kegiatan olah raga pegawai, makan dan minum pegawai, dan biaya lembur pegawai dengan total Rp51.500.000.

"Akibatnya, kerugian tindak pidana ini mencapai Rp1.212.900.000," bebernya.

Ia menyebutkan, selain menangkap para tersangka, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa slip setoran BCA KCP Majalaya atas nama Zezen Hasan, 35 foto copy berkas kredit fiktif, 18 foto copy berkas kredit topengan, 60 lembar tiket/voucer asli PT BPR Sadayana Artha Majalaya yang dipergunakan untuk biaya makan, transportasi, kegiatan operasional dan non operasional karyawan PT BPR Sadayana Artha Majalaya.

Akibat perbuatannya, Martinus mengungkapkan, para tersangka dijerat pasal 49 Ayat (1) huruf a dan B Undang-Undang No. 7 tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan, dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda Rp 200 miliar. [rni]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
DPR Kian Memprihatinkan
RICUH pemilihan pimpinan komisi DPR berbuntut. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk pimpinan DPR tandingan.
ASPIRASI + Indeks