Minggu, 26 Oktober 2014 | 11:23 WIB

Korban Banjir Diminta Kosongkan Rusunawa Baleendah

Oleh: Dani R Nugraha
Bandung raya - Senin, 13 Januari 2014 | 17:08 WIB

INILAH.COM, Bandung - Para pengungsi korban banjir Baleendah yang selama ini bertahan di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Baleendah, diminta untuk segera pindah.

Alasannya, rusunawa tersebut akan segera diresmikan serta diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpeu) kepada Dinas Perumahan Tata Ruang dan Kebersihan (Dispertasih) Kabupaten Bandung.

Kepala Dispertasih Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana mengatakan, Rusunawa Baleendah yang terdiri dari tiga blok tersebut akan diserahterimakan pada 21 Januari mendatang oleh Kemenpu.

Namun untuk proses serah terima ini, pihaknya terkendala masih adanya para pengungsi korban banjir Baleendah. Meski banjir telah surut, banyak pengungsi yang memilih menetap di sana.

"Mau tidak mau, mereka harus keluar dari sana. Karena akan diserahterimakan serta peresmian. Tidak mungkin ketika proses serah terima, Rusunawa tersebut masih ditempati pengungsi. Rencananya, peresmian akan dilakukan pada 21 Januari mendatang," kata Slamet Mulyana, Senin (13/1/2014).

Untuk pengosongan Rusunawa tersebut, kata Slamet, pihaknya telah melayangkan surat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diteruskan kepada Camat Baleendah. Diharapkan rusunawa tersebut sudah steril sebelum 21 Januari.

"Kalau penyerahan itu kan idealnya tempatnya sudah layak ditempati. Tapi karena rusunawa itu sudah ditempati dari sebelum beres sampai sekarang, jadinya banyak yang rusak karena diisi pengungsi. Melihat keadaan dan toleransi kepada pengungsi ya kami terima seadanya saja," ujar Slamet.

Dia mengakui terdapat beberapa bagian yang rusak di rusunawa tersebut. Kerusakan ini terjadi akibat dihuni sebelum waktunya.

Selain itu, tujuan pengosongan tersebut, lanjut Slamet, agar nantinya Dispertasih bisa mengurus dan memasarkan rusunawa tersebut kepada mereka yang berminat serta memenuhi kriteria.

Kriteria untuk calon penghuni Rusunawa ini, di antaranya adalah memiliki pekerjaan, serta diprioritaskan keluarga muda warga sekitar yang belum memiliki rumah.

"Peruntukannya memang untuk pekerja. Kalau nantinya para pengungsi ini berminat, silakan mengajukan permohonan. Nanti akan dilihat apakah memenuhi kriteria atau tidak. Kemungkinan harga sewa sekitar Rp275 ribu per bulan, dan penghuni hanya boleh tiga tahun menetapnya," katanya. [hus]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
TARIK-ULUR KABINET JOKOWI
PRESIDEN Jokowi masih belum mengumumkan susunan kabinetnya. Ada tarikmenarik kepentingan dalam proses seleksi.
ASPIRASI + Indeks