Jumat, 18 April 2014 | 12:56 WIB
LINGKAR BANDUNG

28 Hari, BPJS Kesehatan Hadapi 150 Kasus

Oleh: Doni Ramdhani
Bandung raya - Selasa, 28 Januari 2014 | 16:24 WIB
istimewa

INILAH.COM, Bandung - Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad Elsa Pudji Setiawati mengemukakan, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif.

"Dalam hal BPJS Kesehatan ini, ada beberapa informasi penting yang tidak tersampaikan kepada warga sebagai pengguna layanan. Hingga sekarang ada sekitar 150 kasus permasalahan yang terinventarisir. Dari itu semua, masyarakat kebanyakan menduga rumah sakitlah yang menolak pasien," ujar Elsa.

Akibatnya, pihak rumah sakit (RS) sebagai mitra kerja pemerintahan justru yang merugi.

Lebih jauh dia menjelaskan, pemberlakuan BPJS ini pun belum dipikirkan secara matang. Tak hanya tatanan makro, di tataran mikro yang tidak dipikirkan itu menambah panjang benang kusut. Padahal, BPJS berdalih sudah melakukan simulasi pelayanan.

"BPJS ini kan maunya ingin meng-cover semua lapisan masyarakat, tapi pemerintah tidak memikirkan hal lain. Seperti, pembayaran premi. Indonesia ini kan negara kepulauan, bagaimana warga yang berada di pulau terpencil itu membayar premi? Ini tidak terpikirkan," jelasnya.

Belum lagi, harus ada kesamaan standarisasi pelayanan kesehatan yang diberikan. Meski demikian, dia tak memungkiri ada manfaat positif yang dirasakan masyarakat.

Kerugian yang dialamai pihak RS itu diungkapkan Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Rudi Kurniadi Kadarsah. Dia menyebutkan, tak jarang pihaknya yang dimarahi pasien karena dipandang tidak becus memberikan layanan kesehatan. [rni]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.