Sabtu, 30 Agustus 2014 | 05:16 WIB
SERBA-SERBI

Hapus Mitos Reptil Mengerikan

Oleh: Doni Ramdhani
Serba-serbi - Minggu, 2 Maret 2014 | 21:01 WIB
inilah.com/Doni Ramdhani

BAGI sebagian orang, hewan reptil itu dianggap menggelikan bahkan menjijikan. Namun, bagi Komunitas Reptil Bandung (KRB) binatang melata ini dipelihara dan diajak bermain layaknya teman.

Sebut saja ular sebagai salah satu contohnya. Kebanyakan orang memilih tidak akan memegang kulit ular karena permukaannya seperti berlendir, licin, dan geli.

"Itu nggak bener kok. Coba aja pegang ular ini, nggak basah kan," kata anggota KRB Fritz Jerry Christy Tanos sambil menyodorkan seekor ular sanca batik yang berukuran tidak terlalu besar.

Benar saja, saat INILAH.COM menyentuh permukaan kulit bersisik mengkilat itu tak terdapat lendir sama sekali. Selain itu, dari berbagai sumber informasi menyebutkan pikiran yang menyebutkan reptil itu licin itu salah. Disebutkan, hewan reptil ini tidak memiliki kelenjar keringat yang konsekuensinya kulit mereka kering dan sejuk atau kasar.

Jerry mengatakan, itulah yang menjadi fokus KRB memberikan pembelajaran kepada publik terkait reptil. Edukasi menjadi hal penting yang disampaikan komunitas yang berdiri sejak 20 April 2009 itu.

Untuk itu, segala ruang untuk memberikan pengetahuan itu diciptakan. Kegiatan itu menjadi inti KRB untuk memberi edukasi dann sosialisasi tentang reptil kepada masyarakat luas yang masih 'buta' tentang hewan melata itu.

"Untuk sosialisasi sendiri, kami terus hadir di tengah masyarakat pada hari Sabtu di Taman Jomblo dan Minggu di CFD (Car Free Day) Dago. Selain itu, kami pun menerima undangan dan siap berpartisipasi dalam berbagai acara seperti acara sekolah maupun acara karnaval. Dan memang selama ini yang menjadi kendala utama itu terbentur dengan mitos yang berkembang di masyarakat," tuturnya yang diamini Ketua KRB Ari 'Emmy' Septiandi.

Hingga kini, mitos mengerikan tentang hewan reptil masih saja berkembang. Tak sedikit cerita tentang binatang ini yang sering didengar begitu menakutkan bagi orang awam.

Seperti, ular. Diceritakan semua ular berbisa, ular dengan corak berwarna terang itu berbisa, hingga kadal tertentu berbisa, hingga jika melihat reptil tertentu itu mendatangkan sial bagi penemunya.

Mengenai ular berbisa, Jerry menyebutkan tak semua jenis ular itu berbisa. Dari sekian ratus jenis ular itu paling hanya 17 jenis yang berbisa. Bahkan, dari sumber yang terpercaya menyebutkan hanya 2% dari semua ular berbahaya bagi manusia.

Sebagai wadah pencinta reptil, KRB menciptakan slogan mulia. Yakni, Tahu, Mengenal, dan Peduli. Anggota KRB lainnya, Pandu DA, menyebutkan makna ‘tahu’ itu menyiratkan pihaknya siap membantu masyarakat untuk lebih ‘mengenal’ beraneka jenis reptil.

"Dengan begitu, kami berharap masyarakat akan lebih ‘Peduli’ dan ikut berperan menjaga keberadaan reptil beserta habitatnya sehingga kelestarian tetap terjaga," ucapnya.

Selain itu, Pandu pun menyebutkan KRB membuat satuan khusus yang dinamakan Reptile Rescue. Unit itu didirikan untuk membantu masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya kehadiran reptil asing yang masuk ke daerah permukiman rumah warga atau kantor.

"Seperti akhir Januri lalu, kita dihubungi warga Margaasih yang melihat ular kobra masuk ke rumah. Begitu dihubungi melalui ponsel kita langsung meluncur keesokan harinya. Tapi, pas dicari-cari, ularnya udah pergi kemana dan nggak ditemui lagi sama warga," sebut Jerry yang merasa sedih jika melihat ada hewan reptil yang disiksa bahkan hingga dibunuh.

Secara garis besar, dia menyebutkan KRB merupakan komunitas pelestari reptil dan habitatnya. Pada waktu tertentu, komunitas yang mencapai ratusan anggotanya itu mengadakan gelaran Back to Nature. Intinya, dalam kegiatan itu para anggota melepas penat dan mempelajari jenis reptil langsung ke habitatnya di alam bebas.

Sejauh ini, selain KRB terdapat komunitas pecinta reptil lainnya yang bervisi serupa. Di antaranya, Cimahi Reptile Community (CRC), Komunitas Reptil Jatinangor (Korejat), Komunitas Pecinta Iguana (KPI), Bandung Snake Community (BSC), dan Reptilizer. [hus]

Berita Lainnya
0 Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BIDIK RUNNER-UP
MESKI sudah pasti lolos 8 besar kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persib bertekad meneruskan tren positif. Targetnya, meraih posisi runner-up wilayah barat.
ASPIRASI + Indeks