Senin, 22 Desember 2014 | 11:10 WIB
LINTAS JABAR

Satu Keluarga Jadi Korban Longsor di Rancakalong

Oleh: Vera Suciati
Priangan - Minggu, 13 April 2014 | 20:21 WIB
ilustrasi

INILAH.COM, Sumedang - Satu keluarga yang sedang berada dalam kendaraan minibus menjadi korban longsor di Blok Legok Jengkol, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong, Minggu (13/4/2014).

Kendaraan ini tiba-tiba terseret tanah yang longsor dari tebing. Kendaraan lalu jatuh ke tebing dengan kedalaman 10 meter ke bawah.

Korban adalah suami istri dengan satu anak, yaitu Deni (30) dan Tatin Hartatin (26) serta seorang bocah Hafid (8).

Deni berhasil selamat, sedangkan Tatin ditemukan tewas. Hafid sampai saat ini belum berhasil ditemukan.

“Kejadiannya sekitar pukul 13.25 WIB saat hujan sedang lebat-lebatnya,” ujar Camat Rancakalong Yono Karyono di sela evakuasi di lokasi kejadian.

Data yang berhasil dihimpun, mobil yang dikendarai Deni melintas ke TKP lalu ada longsoran tanah dari atas bahu jalan yang mengakibatkan mobilnya terseret ke tebing di bawahnya.

Tidak hanya sampai di situ, tebing di bawahnya pun longsor sehingga membuatnya terjerembab makin ke bawah hingga ke anak sungai di paling bawah.

Saat longsoran kedua terjadi, Deni berhasil menyelamatkan diri keluar dari mobil. Sejurus kemudian, dia mencoba menyelamatkan istrinya yang ternyata sudah dalam keadaan tak bernyawa. Deni membawa istrinya ke bahu jalan yang dianggapnya tempat yang lebih aman.

“Setelah itu Deni mencoba mencari Hafid namun tidak berhasil ditemukan,” kata Yono.

Kapolres Sumedang AKBP Yully Kurniawan mengatakan, disinyalir Hafid tertimbun longsoran tanah atau terbawa arus sungai yang cukup deras.

“Kami beserta tim yang lain sudah melakukan pencarian ke sungai namun belum ditemukan. Kami akan terus melakukan pencarian ke daerah yang memungkinkan,” ujarnya.

Sampai berita ini dikirimkan, Deni masih belum bisa dimintai keterangan karena shock. [hus]

Berita Lainnya
1 Komentar
H. Wawan Suwandi, SE, MM, MSi @ Senin, 14 April 2014 | 08:17 WIB Inalillahi Wainaillaihi Rojiun, turut berduka cita dan bela sungkawa, atas kejadian yang menimpa kel. saudaraku Deni, mudah-mudahan yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan iman, Pagi hari minggu masih bercandaria dengan kel. Deni Di GOR KGR.
Kirim Komentar Anda
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHKORAN.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BANJIR RENDAM TUJUH KECAMATAN
PUTING beliung pergi, banjir datang menyongsong. Tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang air.
ASPIRASI + Indeks