3 Pasien Anak Gagal Ginjal Akut Meninggal Dunia, Plt Bupati Bogor Minta Dinkes Lakukan Penanganan dan Pencegahan

Di Kabupaten Bogor, kini ada sebanyak 3 pasien anak gagal ginjal akut meninggal dunia. Mereka berasal dari Kecamatan Jonggol, Gunung Putri, dan Citeureup. 

3 Pasien Anak Gagal Ginjal Akut Meninggal Dunia, Plt Bupati Bogor Minta Dinkes Lakukan Penanganan dan Pencegahan
Selain 3 pasien anak gagal ginjal akut meninggal dunia, di Kabupaten Bogor pun terdapat 1 pasien anak lainnya asal Kecamatan Sukaraja dikabarkan suspect menderita sakit gagal ginjal akut dan masih menjali proses pemeriksaan untuk memastikan jenis penyakitnya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Di Kabupaten Bogor, kini ada sebanyak 3 pasien anak gagal ginjal akut meninggal dunia. Mereka berasal dari Kecamatan Jonggol, Gunung Putri, dan Citeureup. 

Kabar duka 3 pasien anak gagal ginjal akut meninggal dunia itu sampai ke telinga Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Selain 3 pasien anak gagal ginjal akut meninggal dunia, di Kabupaten Bogor pun terdapat 1 pasien anak lainnya asal Kecamatan Sukaraja dikabarkan suspect menderita sakit gagal ginjal akut dan masih menjali proses pemeriksaan untuk memastikan jenis penyakitnya.

Baca Juga : Plt Bupati Bogor Serahkan Hadiah kepada Pemenang Lomba Kepemudaan

Mendengar kabar tersebut, Iwan Setiawan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menjalankan arahan Kementerian Kesehatan.

Tak hanya penanganan penyakitnya, dia juga meminta ada langkah pencegahan atau mitigasi berupa sosialisasi penyakit gagal ginjal akut dan memastikan obat anak jenis sirup yang sudah dilarang edar, diperjualbelikan ke masyarakat Bumi Tegar Beriman.

"Terkait teknis penanganan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor harus ikuti pemerintah pusat agar anak-anak selamat dan sehat. Selain itu, harus ada sosialisasi dan mencegah penyebaran penyakit gagal ginjal akut," kata Iwan kepada wartawan, Jumat 28 Oktober 2022.

Baca Juga : Satnarkoba Ringkus Bandar Narkoba yang Meresahkan Warga Bogor Selatan 

Iwan mengimbau kepada para orang tua, agar berhati-hati dalam memberikan anak obat ketika sang buah hati sakit.

"Orang tua jangan panik, dikit-dikit anak diberikan anti biotik karena ingin anaknya ceoat sembuh dari sakit yang dideritabta karena antu biotik itu ada dampak negatifnya seperti kedepan susah diobati dan lain sebagainya," sambungnya.

Dia menuturkan, penyakit gagal ginjal akut yang menimpa anak-anak merupaka sebuah fenomena baru, karena biasanya penyakit tak menular tersebut menimpa orang tua.

Baca Juga : Polres Bogor Ungkap Oplosan Gas Subsidi ke Non Subsidi, Omsetnya Mencapai Ratusan Juta

"Biasanya orang tua yang menderita sakit gagal ginjal akut karena dampak minum obat dan salah pola makan, fenomena ini harus diantisipasi dari mulai Posyandu, Puskesmas, bidan, hingga rumah sakit," jelasnya.*** (reza zurifwan)


Editor : donramdhani