• LDII Jabar Tegaskan tak Berpihak saat Pilkada

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri16 Mei 2018 12:41
    fotografer: Inilah/Asep Pupu SB
    INILAH, Bandung - Semakin dekat waktu menuju perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini, Lembaga Dakwah ‎Islam Indonesia (LDII) Jawa Barat mewanti-wanti umatnya agar tetap menjaga keutuhan umat islam. Sebab, di masa kampanye ini kelompok keagamaan menjadi sasaran empuk untuk pelbagai kepentingan yang bisa memecah belah umat islam atau bahkan kesatuan bangsa.

    Hal tersebut diutarakan oKetua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Barat, Bahrudin saat memberikan seminar kepada pengurusny‎a. Dia menegaskan bahwa ajang Pilkada yang berlangsung di Jawa Barat guna mencari gubernur dan pemimpin di 16 kabupaten kota jangan sampai malah membuat keharmonisan umat beragam menjadi retak.

    "LDII sebagai ormas islam keagamaan mempunyai peranan fungsi bisa memperkuat bingkai NKRI, memperkokoh bangsa. Sehingga bagaimana bisa mewujudkan kerukunan, bagaimana bisa menciptakan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak‎," kata Bahrudin di sela-sela seminar di Kantor DPW LDII Jawa Barat, Jalan Sarijati, Bandung, beberapa waktu lalu.

    ‎Oleh karenanya, Bahrudin menyatakan secara kelembagaan LDII Jawa Barat tidak berpihak kepada salah satu calon manapun di Pilkada Jawa Barat ataupun di daerah lainya. Namun, dia menyerukan agar umat islam tetap menggunakan hak pilihnya pada haris pencoblosan 27 Juni mendatang.

    "LDII sesuai era reformasi konsepnya netral, tidak seperti sebelumnya, sekarang diberi kebebasan bagi warga LDII karena pada prinsipnya empat calon itu adalah yang terbaik. Karena bukan jamannya mengarahkan kepada salah satu, dan aktif tidak boleh ada warga yang," ujarnya.

    ‎Bahrudin menerangkan, peran LDII dalam menyebarkan syiar islam memang cukup sentral, sehingga dia ingin anggotanya memiliki wawasan bahwa posisi organisasi keagamaan sangat dekat dengan masyarakat. Praktis, sambung dia, harus diiringi sikap bijak ketika melakukan dakwah, agar jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan yang merugikan masyarakat.

    "60 persen pengurus adalah generasi muda dan perlu pemahaman bagaimana membina masyarakat, sehingga betul-betul berperan sesuai porsi dan kompetensi dakwah," cetusnya.

    Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Jawa Barat Khoirul Naim ‎menyerukan kepada para kader dan pengurus LDII untuk ikut membantu menciptakan susana di tatanan masyarakat. Tanpa terkecuali, kata dia, jelang gelaran Pilkada 2018 ini yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

    "Sebagai bangsa yang masih punya itikad baik menjaga kesatuan bangsa, kita harus bekerjasama menggandeng tangan.‎ Kami ingin tidak hanya tataran seminar, tapi bagaimana ada aksi nyata," ucap Khoirul.

    Khoirul memaparkan, selama ini Kesbangpol terus berupaya memberikan edukasi dan kegiatan pembauran bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan, tanpa terkecuali dengan organisasi berbasis keagamaan seperti islam yang memiliki banyak simpatisasn.

    Khoirul mengungkapkan, di era modern ini masyarakat harus berhati-hati dengan sebaran informasi lewat digital yang tidak mampu dibendung lagi. Namun, selain itu dia juga meminta kepada Kememterian Komunikasi dan Informasi agar bisa menyarin beragam informasi menyesatkan yang beredar di dunia internet.

    "Harus meminimalisir menghentikan informasi negatif, kita harus lakukan langkah agar informasi positif agar kita perluas, tentu ada peran pemerintah bagaimana menyeleksi itu, kementerian kominfo harus menerunkan informasi yang sifatnua negatif‎," pungkasnya. [gin]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT