• Headline

    Jelang Ramadan Tren Belanja Online Meningkat 10%

    Oleh : Dini14 Mei 2018 18:54
    INILAH, Bandung " Tak hanya ritel offline, menjelang datangnya Ramadan sejumlah situs belanja online di Indonesia tercatat mengalami peningkatan tren belanja sejak pekan lalu. Sesuai dengan hasil survei terbaru dari data Accenture, bahwa 43,7% dari masyarakat Indonesia yang sudah melek internet, menjadi pembeli digital alias digital buyers.

    Salahsatu e-commerce Shopback, mencatat kenaikan hingga 10% pada sepekan memasuki Ramadan. Demikian juga dengan beberapa marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, BukaLapak dan Blibli serta Lazada yang mulai dibanjiri pesanan. Berdasarkan data dari SimilarWeb, top 5 platform marketplace ini juga mengalami kenaikan trafik sebesar 5-10% sebulan menjelang Ramadan.

    “Tak bisa dipungkiri lagi saat ini pola perilaku belanja masyarakat Indonesia memang sudah beralih ke platform online. Kami memprediksi, pada musim Ramadan tahun ini trafik belanja akan meningkat 2 kali lipat dari tahun lalu,” Co-Founder & Country Head of Shopback Indonesia, Indra Yonathan, Senin (14/5/2018).

    Indra juga mengemukakan, berdasarkan hasil studi terhadap perilaku belanja dari masyarakat Indonesia dan Malaysia, trafik kunjungan situs dan aplikasi Shopback di dua negara Indonesia dan Malaysia mengalami peningkatan hingga 104% di Malaysia, sementara di Indonesia mencapai 102% pada minggu pertama Ramadan. Bahkan, 1 mingu menjelang lebaran, jumlah trafik meningkat 142% kemudian menurun pada minggu keempat hingga 56%.

    Dalam perhitungan rata-rata, diketahui bahwa masyarakat Indonesia Rp678,726.56 pada Ramadan tahun lalu. Kendati volume transaksi mengalami kenaikan, namun ia menyebutkan melihat nilai pembelian dari setiap transaksi tetap tidak mengalami perubahan.

    “Program Gebyar Ramadhan Online selama bulan Ramadan menjadi salah satu upaya Shopback untuk meningkatkan jumlah transaksi. Hal ini pun didukung dari temuan Accenture bahwa sebanyak 74,1 persen digital buyers di Indonesia mencari harga produk yang murah dan diskon besar,”bebernya,

    Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan puncaknya berkisar antara pukul 16.00 - 17.00 WIB, selama di bulan Ramadan. Pada prime time tersebut terjadi peningkatan hingga 50%n dan memasuki puncak trafik pada 2 minggu terakhir Ramadan. Sementara untuk barang yang paling diminati pada masa Ramadan, meliputi produk fashion, groceries, games serta mainan.

    Shopback Indonesia, salah satu portal gaya hidup berbasis paltform shopping online, mendapatkan pendanaan baru sebesar 25 juta dolar Amerika. Bahkan, Hingga saat ini total dana perusahaan yang telah diinvestasikan mencapai meningkat 40 juta dolar.

    Pendanaan ini dipimpin oleh Credit Saison, salahsatu perusahaan kartu kredit dan ritel keuangan terbesar di Jepang. Tidak hanya itu, masih ada lebih dari 10 investor institusional yang turut berpartisipasi dalam pendanaan, termasuk investor baru Blue Sky dan Intouch Holdings PLC, serta investor yang sudah ada, SoftBank Ventures Korea, Singtel Innov8, Qualgro, East Ventures, dan AppWorks.

    Hingga saat ini menurut dia, ada 1000 transaksi setiap jamnya di ShopBack. Sementara total angka penjualan tahunan lebih dari 300 juta dolar yang dicetak dari 1.300 mitra shopback. Rata-rata dari mitra portal online tersebut bergerak dalam penjualan online, travel, dan juga pendukung gaya hidup.

    CO-CMO Group Lazada Indonesia, Florian Holm menambahkan, dengan 40 hub atau titik pusat pengiriman barang di Indonesia, diharapkan minat masyarakat untuk jual-beli via online semakin meningkat. Hub tersebut juga dibangun di Bandung sebagai bagian dari pelayanan logistik, Lazada Express (LEX).

    “Kami memilih hub Lazada Express di Bandung karena total transaksi yang terbilang tinggi. Keberadaan hub juga berfungsi sebagai sarana, bagi pelaku UKM kreatif untuk menjual produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Di era digital ini tidak tetutup kemungkinan barang asal Bandung akan diminati pasar mancanegara. Seperti halnya barang-barang China dan Hongkong yang diminati di Indonesia,” papar Florian.

    Lebih lanjut ia memaparkan, penetrasi Internet serta aksesibilitas teknologi yang semakin luas, menjadikan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Terlebih untuk Bandung, Florian menyebutkan, produk kecantikan dan alat rumah tangga menduduki peringkat kedua setelah gawai sebagai produk yang paling diincar konsumen.

    “Sementara ini 60% dari transaksi di Lazada, didominasi oleh produk mobile dan gadget. Apalagi saat tren ponsel murah semakin marak, jumlah transaksinya kian meningkat. Namun khusus di Bandung, kami melihat kecenderungan lain. Contohnya saat Hari belanja online nasional, kami melibatkan 140 penjual berbagai produk. Namun traffic tertinggi ada peralatan rumah tangga. Di hari itu saja, di seluruh Indonesia, tercatat ada 20juta pengunjung dalam sehari,” tandasnya.

    Dijelaskannya, pihaknya membidik Jawa Barat, khususnya Kota Bandung untuk kemitraan Lazada di bidang industri kreatif. Pasalnya, di kawasan ini banyak terdapat UKM yang membuat produk-produk unik yang disukai pebelanja online. Bahkan menurut Florian barang lokal juga turut dipasarkan untuk pangsa pasar luar Indonesia.

    Menurutnya, untuk mempercepat waktu pengiriman barang dari hari pemesanan hingga sampai ke tangan pembeli, perusahaan e-commerce ini diperkuat oleh 22 pusat distribusi dan jaringan operasi yang mencakup sekitar 80%. Di samping memperbaiki sistem pengiriman dan ekosistem logistik, Lazada juga memiliki platform marketplace yang luas dengan dukungan sekitar 2juta jenis produk yang tersedia di situs tersebut.

    “Selain Jakarta, Surabaya dan Medan, Bandung juga termasuk pasar yang menjanjikan bagi kami. Setiap harinya, pembeli online terbesar di kota kembang, berasal dari wilayah Coblong dan Sukajadi. Mereka biasanya melihat barang di situs mulai dari jam 5.00-8.00 pagi. Selanjutnya, transaksi tertinggi itu berada di jam 11.00 siang,” tukasnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT