• Headline

    Pencinta Sepatu Dokmar Berkumpul di Bandung

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri02 April 2018 10:47
    fotografer: Inilah/Asep Pupu SB
    INILAH, Bandung - Untuk keenam kalinya, Docmarters Bandung berhasil mengumpulkan para pecinta sepatu boots bermerek Dr Martens seluruh Indonesia. Acara bertajuk Indonesia Docmarters Day 2018 ini sukses mengumpulkan ratusan orang pengguna sepatu lansiran Inggris tersebut.

    Ketua pelaksana Indonesia Docmarters Day 2018 Yobby Criestianto mengatakan, fokus utama dari acara ini menitikberatkan pada silaturahmi. Sebab, acara ini merupakan kesempatan yang datang satu tahun sekali dan hanya berlangsung di Kota Bandung.

    "Kita ini gathering keenam, sejak pertama 2012 lalu. Memang sejak awal jadi ajang silaturahmi, dan memang sejak pertama juga hanya dibuat di Bandung," kata Yobby di sela-sela acara yang berlangsung di Banyu Leisure, Jalan Badak Singa, Bandung, Mingu (1/4).

    Dalam gathering keenam ini turut hadir para Docmarters, sebutan untuk pencinta sepatu boots Dr Martens yang berasal dari berbagai daerah.

    Selain dari beberapa tempat di Pulau Jawa, turut datang juga dari ujung barat Indonesia di Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan.

    "Sekarang ada temen-temen kita dari Kudus, Semarang, Cirebon, Jakarta sama Bekasi. Terus ada juga anak-anak Aceh sama Padang, tadi ada datang juga daru Pontianak," ujarnya.

    Untuk tahun ini, sambung Yobby, konsep acara hanya menekankan pada dua poin utama yakni silaturahmi dan proses transaksi jual-beli Dr Martens‎. Kendati dibuat oleh Docmarters, turut hadir komunitas lainnya yang juga berdasarkan hobi fesyen.

    ‎Beberapa di antaranya adalah Swatch Club Indonesia dan G Shock Warriors Indonesia yang merupakan komunitas jam tangan. Lalu Converse Head Indonesia, Vansundan, 3foil Bandung dan Indonesia Sneakers Team Bandung yang merupakan komunitas pehobi sepatu.

    "Sekarang kita konsepnya kaya 2015 lalu, jadi lebih ke gathering family dan market aja. Makanya banyak komunitas pehobi, terus ada juga dari komunitas Old Scholl BMX Bandung," jelasnya.

    Meski begitu, turut ditampilkan juga beberapa band kenamaan Kota Bandung seperti Rentenir, Brother Season, dan Selaras Rockabilly sebagai hiburan. Ditambah alunan yang disetting oleh Pub Horror, Cockney Kidz, dan Lucky Soundsystem‎.

    Yobby melanjutkan, pelaksanaan acara gathering tahunan dilakukan bertepatan dengan kelahiran sepatu Dr Martens, yakni setiap 1 April. "Kecuali kalau pas tanggal 1 itu weekday ya paling diundur beberapa hari biar pas weekend aja jadi kan banyak yang bisa datang dari luar kota juga," cetusnya.

    Sepatu Dr Martens awalnya dibuat oleh seorang dokter berkebangsaan Jerman ketika bertugas di masa Perang Dunia II. Pria bernama Dr Klaus Marten tersebut mengalami cedera di bagian kaki lantaran boots yang dikenakannya kurang nyaman, sehingga berinisiatif membuat sepatu boots sendiri.

    Akhirnya lahirlah sepatu boots pertama buata Dr Marten dengan merek namanya sendiri dan keluar pada 1 April 1960. Sepatu tersebut boots dengan tinggi melebihi mata kaki berlubang untuk delapan tali tersebut dikenal dengan tipe 1460.

    Seiring ‎berkembangnya zaman, boots Dr Martens bukan hanya dipakai tentara saat berperang namun beralih menjadi sepatu bagi para kaum buruh di Inggris. Kemudian bergeser digunakan oleh kaum Skinhead dan akhirnya terus meluas hingga menjelma menjadi fashiun untuk berbagai genre musik.

    "Sekarang sih lebih ke fesyen aja, ga usah pemain band atau karena genre tertentu, siapapun bisa make Dr Martens asalkan suka aja," pungkasnya. [gin]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT