• Hati yang Tulus

    Oleh : Abdullah Gymnastiar10 Mei 2018 12:09
    Dikutip dari buku “Agar Hidup Allah yang Urus " Jurus 5-us”
    Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh, dalam jasad
    ada sekerat daging. Jika ia baik, akan baik seluruh jasad. Sebaliknya jika buruk, seluruh
    jasad akan menjadi buruk. Sekerat daging itu adalah qolbu (hati).” (HR. Bukhari
    Muslim).

    Saudaraku, jadikanlah hati kita senantiasa tulus dalam setiap amal perbuatan.
    Jadikanlah ia hanya tertuju kepada Allah Swt semata. Karena jika amal perbuatan yang
    kita lakukan tidak berdasar ketulusan mengharap ridha-Nya, melainkan mengharapkan
    pujian manusia, maka rusaklah nilai atau kualitas dari amal tersebut.

    Demikian pula dalam hal menjemput rezeki. Jagalah hati agar senantiasa tulus
    dalam menjemputnya. Niatkan bekerja sebagai ibadah kepada Allah Swt. Jangan
    risaukan rezeki, karena sesungguhnya itu sudah diatur oleh-Nya, sebagaimana
    beberapa contoh yang diulas di bagian awal buku ini. Kewajiban kita adalah berikhtiar
    sebagai wujud ketaatan kita kepada-Nya.

    Jangan takut tidak memperoleh rezeki, tapi takutlah tidak punya syukur
    manakala sudah mendapat rezeki. Jangan takut tidak memperoleh rezeki, tapi takutlah
    tidak punya sabar ketika rezeki kita ditunda. Jangan pula takut tidak memperoleh
    rezeki, tapi takutlah tidak punya ridha ketika Allah Swt mengambilnya kembali.

    Oleh karena itu, janganlah gentar menghadapi hidup ini, sedahsyat apapun
    masalah yang kita hadapi, sesulit apapun masalah ekonomi yang kita alami, Allah Swt
    sudah tahu dan sudah mengukur masalah kita itu. Allah Swt akan memberikan
    pertolongan-Nya kepada kita, sebagaimanai ketika kita masih berada di dalam rahim
    ibu atau saat kita bayi dulu.

    Jika hati kita tulus dan bersih, Allah Swt berfirman, “..Barang siapa bertakwa
    kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, dan
    memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan, barang siapa yang
    bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..” (QS. Ath
    Thalaaq [65]: 2-3).

    Jika kita sudah yakin bahwa Allah Swt yang menjamin rezeki kita maka kita tidak
    akan pernah ketergantungan kepada makhluk-Nya. Kita juga tidak akan bekerja dengan
    mencari pujian, sanjungan dan penghargaan dari sesama manusia. Karena manusia
    tidak pernah bisa memberikan rezeki kepada sesamanya. Manusia hanyalah perantara
    atau jalan semata. Pemberi rezeki itu tetaplah Allah Swt Seperti contoh saat kita bayi
    dahulu. Orang tua bukanlah yang memberikan rezeki kepada kita. Mereka hanyalah
    perantara saja atas rezeki yang datang dari kasih sayang Allah Swt kepada kita.

    Oleh karena itu, jika kita ingin rezeki kita diurus oleh Allah, lepaskanlah hati kita
    dari unsur-unsur keinginan dipuji dan disanjung oleh manusia. Lepaskanlah niat

    menguasai duniawi. Tetapkanlah niat kita dalam mencari rezeki itu hanya karena
    ibadah kepada Allah Swt semata.

    Lakukanlah hal yang benar dan baik hanya karena mengharap ridha Allah Swt.
    Berharaplah imbalan hanya dari Allah Swt semata. Jika Allah Swt berkehendak untuk
    menyegerakan rezeki kita, maka tidak ada sesuatu apapun dan makhluk apapun yang
    bisa menghalang-halanginya.

    Allah Swt berfirman, “..Dan jikalau Allah menghendaki kebaikan (rezeki) untukmu
    maka tidak ada yang dapat menghalangi-Nya, kebaikan itu diberikan oleh-Nya kepada
    orang yang dikehendaki dari hamba-hamba- Nya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi
    Maha Penyayang “. (QS. Yunus [10]: 107).

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT