Ada Oknum Polisi Terlibat Peretasan Data Najwa Shihab dan Narasi TV?

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta Polri mengusut dugaan anggotanya yang melakukan peretasan data Najwa Shihab dan Narasi TV.

Ada Oknum Polisi Terlibat Peretasan Data Najwa Shihab dan Narasi TV?
Polri, oleh Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, diminta mengusut dugaan anggotanya melakukan peretasan data Najwa Shihab dan Narasi TV.

INILAHKORAN, JakartaDirektur Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta Polri mengusut dugaan anggotanya yang melakukan peretasan data Najwa Shihab dan Narasi TV.

"Saya kira yang harus diperhatikan harus diusut oleh kepolisian, termasuk siapa saja, apakah ada pejabat kepolisian yang terlibat dalam peretasan tersebut?" kata Usman Hamid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, terkait peretasan data Najwa Shihab dan Narasi TV.

Bahkan, kata Usman Hamid, dalam perkara ini, informasi yang beredar itu cukup serius bahwa serangan peretasan data Najwa Shihab dan Narasi TV karena mengkritisi kepolisian dalam kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Ferdy Sambo.

Baca Juga : Memilukan! Dua Bulan Jasad Edi Wahid Tak Menentu, Jasad PMI Ini Dipulangkan ke Sanggau

"Kalau kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi," ucap Dewan Pakar Peradi ini.

Adapun langkahnya, kata dia, kepolisian proaktif mengusut siapa akun-akun pribadi dari pekerja Narasi TV.

Usman Hamid mengatakan bahwa terdapat peredaran informasi yang menyuarakan serangan terhadap Narasi ini oleh orang-orang dalam kepolisian.

Baca Juga : Ledakan Asrama Polisi Sukoharjo. Kapolda Heran Barang Sitaan Ada di Rumah Anggotanya

"Saya kira dari Divisi Informatika atau Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mungkin perlu ditelusuri karena diduga dilakukan oleh pejabat teras kepolisian melalui pemanfaatan rekanan-rekanan internal kepolisian, terutama perusahaan jasa telekomunikasi itu," ucapnya.

Ke depan, kata Usman, hal ini tidak boleh lagi terjadi dan dibiarkan aksi peretasan terhadap data pribadi masyarakat.

Dalam hal ini, lanjut dia, perusahaan-perusahaan penyedia jasa informasi yang digunakan perangkatnya oleh para pekerja Narasi harus bekerja sama dan ikut secara proaktif bongkar penyerangan terhadap akun Narasi ini.

Baca Juga : Kejaksaan Bisa Turut Andil Dalam Penyidikan Pembunuhan Ferdy Sambo

"Hal itu termasuk mereka harus membuka dan bekerja sama apakah ada keterlibatan orang-orang kepolisian menyerang akun-akunnya pekerja Narasi," ucapnya.***


Editor : Zulfirman