Amini Permintaan Korea Selatan, Disnakertrans Jabar Akan Gandeng Petani Milenial

Menindaklanjuti tawaran dari Korea Selatan, akan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di bidang pertanian dan perikanan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi berencana akan menggandeng pemuda dari Program Petani Milenial.

Amini Permintaan Korea Selatan, Disnakertrans Jabar Akan Gandeng Petani Milenial

INILAHKORAN, Bandung – Menindaklanjuti tawaran dari Korea Selatan, akan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di bidang pertanian dan perikanan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi berencana akan menggandeng pemuda dari Program Petani Milenial.

Dia menjelaskan, Korea Selatan membutuhkan tenaga kerja musiman selama lima bulan hingga ratusan ribu orang. Menurutnya, ini adalah peluang yang sangat menarik khususnya bagi Petani Milenial untuk meningkatkan kemampuan mereka dan tentunya mendapat penghasilan besar, dimana nantinya dapat menjadi modal memperlebar usahanya.

“Kita mendapatkan tawaran menarik dari Korea, khususnya untuk mengisi kerja musiman di bidang pertanian dan perikanan. Mereka butuh sekitar lima bulan, untuk puluhan hingga ratusan ribu orang. Ini yang akan kita coba, karena penghasilannya besar. Mereka membutuhkan petani dengan kisaran umur 30-40 tahun. Kebetulan Pak Gubernur Ridwan Kamil ada Program Petani Milenial. Kami akan coba tawarkan ke Korea,” ujar Taufik kepada INILAHKORAN belum lama ini.

Baca Juga : Disnakertrans Minta Masyarakat Tidak Mudah Tergiur Tawaran Kerja Luar Negeri

“Menurut saya ini lumayan sekali. Pelatihan bahaa didapat, uang juga dapat. Bisa jadi modal untuk usaha ketika balik lagi kesini. Belum lagi mendapatkan pengalaman, attitude budaya kerja Korea dan sebagainya. Buat saya ini peluang emas,” lanjutnya.

Selain itu kata Taufik, Korea Selatan juga menawarkan kepada angkatan kerja lulusan SMA dan SMK untuk bekerja di Coupang. Perusahaan yang bergerak di bidang market place, dimana perusahaan tersebut tengah membutuhkan tenaga kerja untuk bagian distribusi dan logistik. Dia berharap, peluang ini dapat mengikis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jabar, mengingat 30 persennya adalah dari lulusan SMA dan SMK.

“Korea juga menawarkan kepada teman-teman SMA dan SMK untuk bisa bekerja di Coupang. Itu seperti Amazon-nya Korea. Untuk bagian distribusi dan logistik. Ini akan kita dorong, karena akan jadi pekerja tetap disana untuk mengurangi TPT di SMA dan SMK yang terbesar. Sekitar 30 persen,” tandasnya. (Yuliantono)

 


Editor : asayuti