• Senin, 25 Oktober 2021

Siswa SLB ABCD Caringin Belajar Vokasional Memijat

- Rabu, 5 Februari 2020 | 22:20 WIB
Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) ABCD Caringin, Kota Bandung, mengikuti pelajaran vokasional memijat. (okky adiana)
Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) ABCD Caringin, Kota Bandung, mengikuti pelajaran vokasional memijat. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Para Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) ABCD Caringin, Kota Bandung, mengikuti pelajaran vokasional memijat yang diselenggarakan di lokasi sekolah. Vokasional memijat ini untuk menguatkan mental para peserta didik yang ada di sekolah tersebut.

Pelajaran ini merupakan salah satu bimbingan mental bagi anak-anak di SLB. Mereka diberi bekal untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga terbentuk mental yang kuat dan tidak minder dengan kondisi yang dialami sehingga nantinya mereka mampu mandiri di tengah masyarakat.

Keterampilan memijat berdasarkan analisa kemampuan dan keterjangkauan dengan kondisi atau status disabilitasnya. Proses dalam pemberian keterampilan memijat ini terbagi dalam kelas teori dan kelas praktik.

Bagi warga binaan yang baru masuk, maka terlebih dahulu akan diberikan materi teori tentang pijat, sebelum mengikuti kelas praktik. Dalam kelas praktik ini, pembelajaran terbagi dalam tiga tahapan dan masing-masing harus dilewati oleh warga binaan untuk bisa lulus pada materi keterampilan memijat.

"SLB ABCD Caringin, Kota Bandung, memiliki pembelajaran vokasional pijat. Kalau ini khusus untuk kemandirian, khusus untuk bekal hidup mereka. Jadi kalau memijat ini manfaatnya seperti pijat lelah, kebugaran, dan pengobatan, tujuannya untuk memberi kemandirian anak, melatih tenaga, ketepatan waktu, karena memang dilatih untuk bekerja untuk mereka," papar Kartini, salah satu guru SLB ABCD Caringin, Kota Bandung, Rabu (5/2/2020).

Dia mengatakan, manfaat dari memijat adalah seorang pasien atau yang dipijat akan merasa bugar kembali, selain itu agar bisa mencari mata pencaharian mereka di masyarakat dan itu untuk pembelajaran tujuannya untuk masa depan siswa.

"Ya dibilang susah, ya susah, karena mereka harus peka terhadap titik-titik saraf yang akan dipijit, jadi tidak asal, kalau asal kan hasilnya bahaya, misalkan pasien baru dipijit akan sakit-sakit, kalau baru latihan iya, karena belum tepat, tapi mereka sudah bisa sering, apalagi setiap hari," imbuh Kartini.

Dia berharap, dengan adanya pembelajaran memijat ini, siswa-siswi bisa bergaul dengan masyarakat luas dan bisa menopang hidup serta mendapatkan penghasilannya. (okky adiana)

Editor: suroprapanca

Terkini

Foto: Syukuran Wisuda SBM ITB

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:27 WIB

Teras Cihampelas Akan Diaktifkan Kembali

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:15 WIB
X