• Kamis, 23 September 2021

Jamsostek Berikan Perlindungan Sosial untuk Para Usahawan Mandiri

- Rabu, 17 Maret 2021 | 17:02 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Kamu bekerja sendirian untuk usahamu sendiri? Berarti kamu masuk ke segmen pekerja bukan penerima upah! BPU adalah para usahawan mandiri yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya.

Daftarkan diri kamu untuk mendapatkan jaminan kematian dengan berbagai macam manfaat. Manfaat yang didapatkan antara lain santunan kematian, santunan berkala 24 bulan, biaya pemakaman, bantuan beasiswa 2 orang anak, total manfaat keseluruhan manfaat jaminan kematian yang diterima sebesar Rp42 juta.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Bandung Suci Tidar Yanto Haroen mengatakan, dewasa ini bekerja secara mandiri atau tidak terikat kontrak dengan perusahaan sudah menjadi hal yang lazim. Baik sebagai nelayan, blogger, pengemudi ojek, pedagang atau usahawan mandiri.

Apalagi sejak terjadinya pandemi Covid-19, perekomian Indonesia goyah. Hampir semua sektor terkena imbasnya. Banyak pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan. Namun ini banyak menjadi gerbang awal korban PHK untuk menjadi usahawan mandiri, sekarang banyak bermunculan UMKM baru.

“Pertumbuhan usahawan mandiri ini menuntut kami untuk memberikan perlindungan kepada para usahawan mandiri. Seperti yang diketahui, pada dasarnya BPJAMSOSTEK telah lama melindungi para nelayan, blogger, pengemudi ojek, pedagang atau usahawan mandiri. Dibandingkan saat masih bernama Jamsostek yang hanya melindungi perusahaan dan sektor perbankan. Sehingga, mereka akan tetap mendapatkan manfaat dan perlindungan yang sama tanpa adanya perbedaan. Umumnya, para usahawan baru merasa butuh perlindungan jika sudah terjadi hal-hal yang tidak inginkan,” jelas Tidar, Rabu (17/3/2021).

Profesi sebagai usahawan mandiri memiliki tingkat resiko kecelakaan yang tinggi. Sayangnya, jarang dari mereka yang paham akan pentingnya pendaftaran diri pada program Jaminan Kematian (JKK) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang difasilitasi oleh BPJAMSOSTEK. 

"Program JKK khusus untuk pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) ini sudah ada sejak Mei 2015 lalu, program ini bertujuan untuk melindungi hak setiap usahawan mandiri di Indonesia dalam mendapatkan jaminan sosial. Secara garis besar, tidak ada perbedaan manfaat JKK yang akan dirasakan antara usahawan mandiri dan pekerja formal,” ucapnya.

Selain itu, jika peserta dirawat di rumah sakit disebabkan kecelakaan saat bekerja mereka berhak mendapatkan manfaat dari program JKK ini berupa biaya berobat hingga sembuh ditanggung BP Jamsostek

Selama peserta dalam masa penyembuhan, keluarga peserta akan dibantu oleh program ini dengan diberikannya tunjangan yang besarannya setara dengan upah peserta yang telah dilaporkan. Namun, jika peserta wafat akibat kecelakaan kerja, ahli warisnya akan mendapatkan santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Terlilit Utang Rentenir? Segera Laporkan ke Nomor Ini!

Kamis, 23 September 2021 | 10:25 WIB

41 Kades di KBB Diberhentikan Serentak dari Jabatannya

Kamis, 23 September 2021 | 09:42 WIB

Gerakan Menulis Alquran, Oded Gandeng Cordoba

Kamis, 23 September 2021 | 09:39 WIB
X