• Sabtu, 21 Mei 2022

Korupsi Rp9,1 Miliar, Eks DPRD Jabar Ini Dituntut 6 Tahun

- Rabu, 23 Juni 2021 | 16:20 WIB
Foto: Ahmad Sayuti
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Mantan anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim dituntut hukuman penjara selama enam tahun, denda Rp250 juta, subsider kurungan enam bulan. Rozaq pun diharuskan membayar uang pengganti (UP) kerugian negara Rp5,5 miliar, subsider kurungan 2 tahun. 

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan gratifikasi Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Pemkab Indramayu, di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (23/6/2021). Sidang berlangsung di ruang 1 secara virtual. 

Dalam amar tuntutannya, JPU KPK Feby Dwidospendy menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dab berpanjut sebagaimana diatur dalam pasal 12 huruf a UU tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu. 

"Menuntut terdakwa hukuman enam tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan, dan pidana denda Rp250 juta, subsider kurungan enam bulan. Dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan," katanya. 

Selain itu, terdakwa juga diharuskan membayar UP atas kerugian negara setelah dikurangi dengan harta dan uang yang disita KPK sebesar Rp3,6 miliar. Jadi UP yang harus dibayarkan Rp5,3 miliar atau subsider kurungan selama dua tahun. 

"Terdakwa juga dijatuhkan pidana tambahan yakni pencabutan hak dipilih sebagai pejabat publik selama tiga tahun dari pidana pokoknya," ujarnya. 

Sementara hal yang memberatkan dan meringankan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas pemerintahan yang bebas dari KKN, dan tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, belum pernah dihukum, menyesal dan memiliki tanggungan keluarga.

Dalam urainnya, JPU KPK menjelaskan terdakwa selaku anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 bersama-sama dengan Ade Barkah dan Siti Aisyah Tuti Handayani telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, melakukan atau turut serta melakukan perbuatan.

"Yakni menerima hadiah atau janji, beberapa kali menerima pemberian uang yang totalnya sejumlah Rp9,1 miliar dari Carsa ES seorang pengusaha yang jadi rekanan di Pemkab Indramayu," katanya. 

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

KEREN, Pemkot Bandung Berhasil Quattrick WTP

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:20 WIB

Uji Coba Flyover Kopo, Kapan Resmi Beroperasi?

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:04 WIB
X