• Minggu, 26 September 2021

​​​​​​​Lifter Peraih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo 2020 Bakal Bangun Masjid di Cimaung

- Minggu, 25 Juli 2021 | 15:45 WIB
istimewa
istimewa

INILAH Bandung - Windy Cantika Aisah (19) lifter putri berhasil menorehkan sejarah sebagai peraih medali pertama untuk kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Warga Kampung Babakan Cianjur Desa Malasari Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung itu berhasil menyabet medali perunggu pada cabang olahraga angkat besi kelas 49 kg, pada Sabtu (24/7/2021) kemarin.

Meski pertama kali tampil pada perhelatan multievent tingkat dunia namun dara manis yang akrab disapa Windy itu meraih medali perunggu setelah mencatat total angkatan 194 kg dari 84 kg angkatan snatch dan 110 kg angkatan clean and jerk.

“Alhamdulilah kami sekeluarga sangat bersyukur. Ini juga berkat doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Bandung. Awalnya memang tidak ada target medali, tapi berkat semangat doa dari keluarga dan masyarakat, Alhamdulilah Windy bisa meraih medali,” kata kakak Windy, Sandy Zaenul melalui sambungan telepon Minggu (25/7/20210).

Dikatakan Sandy, ia dan keluarganya, menyaksikan melalui tayangan televisi, saat adiknya bertanding dan  mempersembahkan medali perunggu untuk masyarakat Indonesia. Ada perasaan haru, bangga dan gembira saat melihat Windi naik podium dan dikalungkan medali.

“Kami videocall sama Windy, sesaat sebelum pengalungan medali, tapi sudah dinyatakan sebagai peraih medali perunggu. Bahagia dan bangga sekali kami sekeluarga atas prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Windi diajang Olimpiade Tokyo 2020 ini. Sekali lagi saya atas nama keluarga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait yang sudah membantu adik saya,” ujarnya.

Kebahagian juga diungkapkan oleh kedua orang tua Windy, Asep Hidayat dan Siti Aisah. Siti tak dapat menahan air matanya saat menyaksikan putrinya berhasil meraih medali perunggu. Perasaan haru dan Bahagia hingga mereka sekeluarga meneteskan air mata.

Selama pertandingan berlangsung, Siti tak hentinya berdoa. Perasaannya campur aduk tak karuan. Apalagi saat, Windi sempat dua kali gagal pada Angkatan Snatch. Namun, ketika Windy berhasil menduduki peringkat ketiga dan meraih medali perunggu, air mata pun deras membasahi pipinya. Tak hanya Siti, suami dan adik-adik Windi yang memang tengah berkumpul di rumah itu pun turut meneteskan air mata bahagia.

“Alhamdulilah berkat perjuangan serta doa dan dukungan dari semua pihak, Windy berhasil menorehkan prestasi. Padahal, sebelumnya kami deg-degan sekali, apalagi Windy sebelumnya sempat positif covid 19 dan harus diisolasi di hotel pada Desember lalu,”kata Siti.

Windy Cantika Aisah lahir di Bandung 11 Juni 2002. Prestasi sebelumnya, adalah ia berhasil meraih medali emas pada saat ia berusia 17 pada Sea Games 2019 lalu. Darah atlet angkat besi Windy Cantika Aisah ternyata diturunkan  dari sang ibu. Siti Aisah adalah atlet yang berhasil meraih medali perunggu pada kejuaraan dunia angkat besi tahun 1998.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Pemkot Bandung Akan Kembali Buka Fasilitas Publik

Sabtu, 25 September 2021 | 13:13 WIB

Terkait PTM Terbatas, Harus Ada Evaluasi Dulu

Jumat, 24 September 2021 | 15:16 WIB

Jelang HJKB 211, Oded M Danial Pimpin Doa Bersama

Jumat, 24 September 2021 | 14:05 WIB
X