• Senin, 27 September 2021

KPK: Hengky Ditanya Soal Pembahasan Pengadaan Bansos Covid-19

- Rabu, 28 Juli 2021 | 09:57 WIB
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan memberikan keterangan kepada wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/7/2021).
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan memberikan keterangan kepada wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/7/2021).

INILAH, Bandung- Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menfungkapkan Plt Bupati KBB Hengky Kurniawan ditanya soal pembahasan pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 bersama tersangka Aa Umbara Sutisna. 

Seperti diketahui Hengky dipanggil KPK untuk dimintai keterangannya terkait dugaan penyelewengan pengaan baramg tanggap dRurat Covid-19, Selasa (27/7/2021). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Aa Umbara Sutisna. 

"Hengky Kurniawan yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain mengenai dugaan adanya perencanaan dan pembahasan bersama dengan tersangka AUM terkait dengan bantuan bansos dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7/2021).. 

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bansos COVID-19 ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa. Kemudian M Totoh Gunawan dari pihak swasta.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AUM," ujarnya. 

KPK mengatakan kasus ini berawal pada Maret 2020 setelah munculnya pandemi COVID-19. Saat itu, Pemkab Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dengan melakukan 'refocusing' APBD 2020 pada belanja tidak terduga (BTT).

Dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS).

Sedangkan M Totoh, dengan menggunakan PT JDG dan CV SSGCL, mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Dari kegiatan pengadaan tersebut, Aa Umbara diduga telah menerima uang sekitar Rp 1 miliar, yang sumbernya disisihkan oleh M Totoh dari nilai harga per paket sembako yang ditempeli stiker bergambar Aa Umbara untuk dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Foto: Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kota Bandung 2021

Senin, 27 September 2021 | 16:47 WIB

Seleksi PPPK dan CASN Kota Bandung Dimulai Hari Ini

Senin, 27 September 2021 | 15:33 WIB

Keren, Ikon Kota Bandung Jadi Motif Batik di HJKB ke-211

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Pemkot Bandung Minta Apotek Sediakan Ruang Produk UMKM

Senin, 27 September 2021 | 09:32 WIB
X