• Jumat, 17 September 2021

Sekda Kota Bandung: Data Capaian Vaksinasi Harus Sesuai Administrasi

- Rabu, 28 Juli 2021 | 18:20 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna menginstruksilan, aparat kewilayahan dapat mendata capaian vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan sesuai pendekatan administrasi dan teritotial.

Pendekatan administrasi, berarti warga yang telah divaksin di satu wilayah merupakan warga yang memiliki KTP dan memang tinggal di wilayah tersebut. Sedangkan secara teritorial berarti warga yang kesehariannya beraktivitas di wilayah itu meski bukan warga dari wilayah tersebut.

"Data ini harus clear, karena berbicara vaksinasi tidak bisa bicara wilayah administrasi. Contoh di wilayah ini ada kampus, orang yang beraktivitas seperti mahasiswa, dosen, tenaga adminisyrasi sudah terdeteksi divaksin atau belum. Karena mereka setiap hari ada di wilayah ini, bisa bahaya warga di sini sudah divaksin, bercampur dengan orang yang dari luar wilayah ini dan belum divaksin," kata Ema, Rabu (28/7/2021).

Menurut dia, jumlah peserta dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang ada di satu wilayah juga jangan dijadikan data yang termasuk capaian vaksinasi di wilayah tersebut.

"Vaksinasi massal yang sampai ribuan orang itu, datanya harus dimintakan mana yang memang warganya, mana yang bukan atau memang bekerja dan beraktivitas di wilayah itu. Dinas Kesehatan Kota Bandung juga harus membuat data seperti ini, bisa jadi targetnya bukan 1,9 juta, tapi 2,5 juta untuk Kota Bandung," ucapnya. 

Ema pun menyampaikan, ke depan bisa saja dengan kartu vaksinasi menjadi salah satu syarat dalam pelonggaran agar orang-orang dapat beraktivitas. Seperti masuk mal, restoran, transportasi, dan lain-lain.

"Di saat nanti dimensi kesehatan dan ekonomi didekatkan, kita bisa saja meniru di luar negeri, seperti Cina dan Amerika. Kita cari formulanya seperti apa," ujar dia. 

Kendati demikian, dia menegaskan untuk saat ini harus fokus pada progress vaksinasi dan membuat formula terbaik agar masyarakat dapat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Karena banyak pemahaman dengan orang yang kompeten untuk melawan pandemi ini paling utama adalah akselerasi vaksinasi dengan protokol kesehatan," jelasnya. 

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Sip! 2007 Sekolah di Bandung Sudah Gelar PTM Terbatas

Kamis, 16 September 2021 | 16:06 WIB
X