• Jumat, 22 Oktober 2021

Pemkab Bandung Berikan Insentif bagi Guru Honorer

- Jumat, 30 Juli 2021 | 20:45 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna. (rd dani r nugraha)
Bupati Bandung Dadang Supriatna. (rd dani r nugraha)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung akan memberikan insentif bagi para guru honorer. Insentif masing-masing senilai Rp2,4 juta itu akan diterima oleh sekitar 14.296 guru non-PNS, yang mengajar di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di Kabupaten Bandung.

Pemberian insentif tersebut diperkuat melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 424/301-Disdik/2021 tentang Pemberian Insentif kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-ASN pada Satuan Pendidikan Jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.

“Tahap awal, insentifnya Rp2,4 per tahun, setiap bulan akan diberikan melalui rekening masing-masing,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di sela acara Peluncuran Pemberian Beasiswa Bedas Calakan dan Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Non-ASN di Rumah Jabatan Bupati, Soreang, Jumat (30/7/2021).

Dadang mengatakan, pemberian insentif itu sudah menjadi keinginannya sejak ia masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung. Meskipun nilainya tidak besar, ia berharap stimulan ini dapat meningkatkan kinerja, kesejahteraan, dan motivasi bagi para guru honorer dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Nah ke depan Insyaa Allah ada peningkatan dari BPJS ketenagakerjaan, ini akan kita olah. Nanti para guru honor ini punya Kartu BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pemerintah bisa membantu saat ada di antara mereka yang sakit atau meninggal. Kemudian kalau misalkan guru bersangkutan pengabdiannya benar-benar sudah lama, kita akan prioritaskan untuk masuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja),” ujarnya.

Selain insentif bagi guru honor, Pemkab Bandung melalui Program Beasiswa Bedas Cerdas Aktif dalam Melanjutkan (Calakan), juga memberikan beasiswa bagi para siswa SMP swasta. Diberikan kepada sekitar 1.000 siswa, baik siswa yang berprestasi maupun siswa yang kurang mampu.

Dadang melanjutkan, minat sebagian besar masyarakat untuk menyekolahkan anak ke sekolah swasta masih kurang. Tidak sedikit yang beranggapan sekolah negeri lebih baik daripada swasta.

Beasiswa untuk siswa di sekolah swasta tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah. Menurut dia, sekolah di semua jenjang baik negeri maupun swasta itu sama saja dan tidak semestinya sekolah swasta termarjinalkan.

“Untuk itu pemerintah hadir memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu di SMP swasta. Ini upaya yang kita lakukan, agar hak anak untuk mengikuti pendidikan, tetap terpenuhi. Untuk anak yang tinggal di kawasan blankspot, saya persilakan untuk dilakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) tatap muka. Mekanismenya bisa dilakukan 2 atau 3 kali dalam seminggu,” ujarnya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Bupati kukuhkan Forum Bogor Sehat periode 2021-2026

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:45 WIB

Foto: Pengungkapan Kasus Pinjaman Online Ilegal

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:43 WIB

Turun Gunung, Widdi Aswindi Bebenah PAN Kota Bandung

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:02 WIB
X