• Senin, 25 Oktober 2021

Wali Kota Bandung Sampaikan Kabar Gembira

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:00 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial menyampaikan kabar gembira. Situasi terkini, penanganan Covid-19 di Kota Bandung menunjukan hal positif. 

 

Salah satu indikatornya, angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Kota Bandung pasien Covid-19 turun hingga 64,13 persen terhitung Kamis (29/7/2021).

 

"Penurunan BOR di Kota Bandung ini menjadi tanda yang baik. Semoga ke depan akan terus menurun dan kasus Covid-19 di Kota Bandung dapat terkendali," kata Oded. 

 

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa ketersediaan oksigen di Kota Bandung pun relatif sudah aman. Situasi tersebut, tak lepas terjalinnya kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. 

 

"Ketersediaan oksigen di Kota Bandung sudah stabil. Hal ini berkat kerja sama dengan Pemprov Jabar. Semoga zona merah Kota Bandung bisa segera turun ke level oranye," ucapnya. 

 

Diketahui, keterisian tempat tidur di Kota Bandung saat ini yaitu dari sebanyak 2.000 tempat tidur, untuk pasien konfirmasi dan suspek terisi 1.475 tempat tidur. 

 

Jumlah itu berarti 64,13 persen dari jumlah tempat tidur yang ada. Keterisian berkurang 61 tempat tidur dari hari sebelumnya. Di samping itu, terdapat penambahan RS yang melayani Covid- 19 Yaitu RS Melinda 1. 

 

BOR juga menurun untuk tempat isolasi Kasus konfirmasi tanpa Gejala di tiga Hotel. Pada 29 Juli tercatat jumlah keterisian sebanyak 62 kamar dari 135 kamar yang tersedia atau sebesar 45,9 persen.

 

Sedangkan ketersediaan oksigen di 29 rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bandung, per Jumat 30 Juli pukul 11.30 WIB sudah semakin aman.

 

Dari kebutuhan oksigen rumah sakit rujukan sebanyak 36.280,8 meter kubik,  tersedia sebanyak 55.573,24 meter kubik. Estimasi habis selama 1,53 hari atau 36,72 jam.

 

Hal itu karena pada tiga hari terakhir tren kebutuhan oksigen menurun. Di sisi lain, ketersediaan oksigen meningkat, seiring menurunnya BOR.

 

Selain itu pasokan liquid ke filling stasion yang ada di kota Bandung sudah normal seperti satu bulan yang lalu.

 

Pemkot Bandung juga mendapat bantuan dari Pemrov Jabar berupa 165 tabung oksigen beserta isinya dengan berbagai ukuran yaitu 1 meter kubik, 6 meter kubik dan 10 meter kubik dan 4 set oksigen concentrator, yang dibagi ke dalam 6 tahap pendistribusian.

 

Selain tabung oksigen, Pemprov Jabar juga memberikan kuota sebanyak 606 setara tabung ukuran 6 meter kubik pada pekan ini kepada Pemkot Bandung. Bantuan itu disebar ke rumah sakit rujukan Covid-19.

 

Sehingga rumah sakit dapat mengisi langsung tabungnya di filling stasiun yang ditunjuk sesuai dengan kuotanya. Bantuan ini rencananya akan terus berlanjut.

 

Oded pun menyampaikan apreasiasi kepada aparat kewilayahan yang menerapkan aturan PPKM Darurat dengan baik sehingga BOR dapat menurun.

 

"Terima kasih untuk aparat kewilayahan, jajaran ASN yang telah menerapkan aturan PPKM Darurat. Jangan lelah, teruslah bersemangat untuk tetap melindungi masyarakat, dengan sosialisasi yang humanis," ujar dia. 

 

Di samping memantau perkembangan kasus Covid-19, dirinya juga mengaku terus berkoordinasi dengan sejumlah elemen dari Pendopo Kota Bandung.

 

"Sejauh ini, Mang Oded masih bertugas dari Pendopo. Koordinasi berjalan terus baik proses administrasi, rapat virtual maupun menerima tamu melalui telepon," jelasnya. 

 

Total konfirmasi Covid-19 di Kota Bandung pada 29 Juli tercatat sebanyak 36.497 orang. Konfirmasi sembuh sebanyak 26.323 orang, konfirmasi meninggal sebanyak 1.236 orang dan konfirmasi aktif sebanyak 8.938 orang atau 24,49 persen. (Yogo Triastopo) 

Attachments area

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Foto: Syukuran Wisuda SBM ITB

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:27 WIB

Teras Cihampelas Akan Diaktifkan Kembali

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:15 WIB

Kota Bandung Pastikan Beri Bonus Bagi Atlet PON Papua

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:30 WIB
X