• Jumat, 17 September 2021

Kualitas Air Baku Menurun, Perumda Tirtawening Ajak Komisi B Tinjau ke Lapangan

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:50 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Direktur Utama Perumda Tirtawening Sony Salimi mengapresiasi kunjungan anggota Komisi B DPRD Kota Bandung pada Selasa (3/8/2021). 

Menurutnya, kunjungan anggota Komisi B DPRD Kota Bandung merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mengolah air baku dari lingkungan untuk didistribusikan kepada masyarakat. 

"Kita berharap melalui mitra kita dari DPRD Kota Bandung ini, khususnya anggota Komisi B akan bersama-sama berjuang agar kualitas air baku yang diolah menjadi lebih baik," kata Sony. 

Dia mengakui pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada Perumda Tirtawening Kota Bandung. Terutama dalam pembiayaan pengolahan air baku seiring kualitasnya yang cenderung menurun. 

"Kita bisa lihat bersama, salah satu sumber air baku (Bantar Awi) sudah terkontaminasi. Banyak buih hasil limbah, utamanya dari kotoran hewan ternak yang mempengaruhi kualitas air baku," ucapnya. 

Walhasil, biaya yang harus dikeluarkan pihaknya dalam mengolah air baku menjadi sangat mahal. Belum lagi kemampuan masyarakat dalam membayar kewajibannya ikut menurun. 

"Kita amati dari 2020-2021, kemampuan membayar masyarakat menurun sampai 25 persen. Biasanya kita terima pembayaran dari masyarakat Rp20-21 miliar, turun di angka Rp15-16 miliar per bulan," ucapnya. 

Selama pandemi ini, Perumda Tirtawening Kota Bandung berusaha tidak mengotak-atik hak-hak karyawan seperti pemotongan gaji. Namun, pihaknya mencoba melakukan efisiensi dalam pengolahan air baku

"Permasalahan air baku yang buruk ini bukan terjadi saat ini saja. Kondisi ini sudah lama terjadi. Kita juga sudah berkirim surat, melakukan audiensi di 2017 bersama provinsi, tetapi belum ada tindak lanjut," ujar dia. 

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Sip! 2007 Sekolah di Bandung Sudah Gelar PTM Terbatas

Kamis, 16 September 2021 | 16:06 WIB
X