• Sabtu, 22 Januari 2022

FAGI Jabar Keberatan PTM Terbatas Segera Digelar, Ini Alasannya...

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:10 WIB
Ketua FAGI Jabar, Iwan Hermawan. (Foto: Okky Adiana)
Ketua FAGI Jabar, Iwan Hermawan. (Foto: Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat keberatan jika pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dilakukan di minggu-minggu ini. Bukan tanpa alasan, berdasarkan hasil kajian, FAGI Jabar menilai setiap sekolah di Kota Bandung, belum merata dilaksanakan vaksinasi.

"Ada yang 90 persen, ada yang baru 10 persen. Sebagai contoh informasi dari Camat Rancasari Kota Bandung, beliau mengatakan, sekolah-sekolah di Kecamatan Rancasari Kota Bandung masih sedikit yang sudah melaksanakan vaksin, padahal berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa PTM terbatas bisa dilakukan jika siswa sudah melaksanakan atau mencapai 70 persen divaksin di sebuah Kota atau Kabupaten," jelas Ketua FAGI Jabar, Iwan Hermawan, Rabu (25/8/2021).

Selain itu, kata Iwan, positivity rate menurut WHO dan IDAI harus dibawah 5 persen, baru PTM terbatas bisa dilaksanakan di Kota/Kabupaten.

"Jadi sekali lagi FAGI Jabar masih keberatan jika minggu-minggu ini PTM terbatas dilaksanakan, walaupun Kota Bandung sudah masuk ke level 3," imbuhnya.

Selain itu, secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, Pemdaprov Jabar akan mengadakan gebyar vaksinasi pada 28 Agustus 2021 guna menggenjot percepatan vaksinasi di Jabar.

"Total, sudah ada 548.906 orang yang terdaftar dalam gebyar vaksin nanti dan jumlah tersebut masih akan terus bertambah," ujarnya.

Gebyar vaksin ini akan dilakukan serempak di seluruh daerah di Jabar. Adapun pendaftaran dilakukan di tiap kabupaten/kota dengan beragam tempat, seperti puskesmas, sekolah, pesantren hingga mal.

Pelaksanaan gebyar vaksinasi ini, lanjut Dedi, terbagi dua. Ada gebyar vaksinasi yang dilakukan di satu titik dan jemput bola. Sehingga, vaksinasi di Jabar dilakukan optimal setiap harinya. Pihaknya pun mempermudah aksesibilitas vaksinasi bagi warga penyandang disabilitas yang belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

"Untuk penyandang disabilitas tanpa KTP akan dilakukan vaksinasi secara pararel. Jadi, vaksin pertama tetap dilakukan, sekaligus didaftarkan untuk membuat KTP di hari itu juga. Sehingga, pada penyuntikan dosis kedua mereka sudah memiliki KTP," ucapnya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Dinsos Kota Bandung Akui Sulit Vaksinasi Anjal

Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:47 WIB

Warga Lembang Dihebohkan Dengan Penemuan Mortir

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:50 WIB
X