• Kamis, 30 Juni 2022

Selama Pandemi, Aktivitas Keagamaan dan Sosial Jamaah Muhamadiayah dan NU Mengalami Perubahan

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 18:30 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 yang berjalan hampir dua tahun ini memaksa berbagai aktivitas keagamaan dan sosial yang biasa dilakukan umat Islam yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) Islam, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) di Kabupaten Bandung berubah. Aktivitas keagamaan yang mengundang kerumunan dibatasi. Kalau pun dilaksanakan, kegiatan digelar dengan protokol kesehatan ketat.

Wakil Ketua Bidang Majelis Pelayanan Sosial dan Kebencanaan Pengurus Daerah (PD) Muhamadiyah Kabupaten Bandung Wahyu Sudrajat mengatakan, selama pandemi ini aktivitas keagaaman, sosial dan lainnya yang dilakukan oleh anggotanya menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Selain dibatasi, kegiatan seperti pengajian dan juga rapat sebagian dilaksanakan secara virtual.

"Tentu berbagai kegiatan berubah, ini kita laksanakan untuk keselamatan bersama. Dan memang ada intruksi dari Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyah agar kita semua mengurangi berbagai aktivitas yang mengundang kerumunan, kemudian juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan peraturan," kata Wahyu di Soreang, Minggu (29/8/2021).

Selain itu, kata Wahyu, pihaknya juga mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah. Termasuk pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) dan juga vaksinasi untuk semua masyarakat Indonesia. Bahkan, sebagai ikhtiar PP Muhamadiyah juga telah menggelontorkan dana kurang lebih Rp 11 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan pandemi virus corona ini.

"Kami sangat mendukung langkah dan kebijakan pemerintah dalam memerangi virus corona ini. Selain itu, kami juga sangat menghormati dan berterimakasih kepada para tenaga kesehahan (nakes) sebagai garda terdepan," ujarnya.

Wahyu menilai, selama ini upaya yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah sudah mulai terasa hasilnya. Diantaranya, berbagai bantuan pangan untuk warga yang terpapar dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit ataupun yang tengah isolasi mandiri (isoman). Tak hanya itu saja, sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona dengan menerapkan prokes pun gencar dilakukan.

"Sebelumnya masih ada beberapa upaya pemerintah yang belum efektif. Beberapa laporan dari cabang, ada kekeliruan seperti yang sedang isolasi tidak diberi bantuan sedangkan yang enggak isolasi dikasih. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik, lebih tepat sasaran lah. Termasuk bantuan dari Pemkab Bandung pun terus berdatangan kepada warga," ujarnya.

Wahyu melanjutkan, PD Muhamadiyah Kabupaten Bandung yang memiliki anggota sekitar 5000 orang itu, juga kerap terlibat langsung memberikan bantuan kepada masyarakat. Berbagai aksi sosial kemasyarakatan kerap digelar  untuk membantu masyarakat.

Hal senada dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Asep Jamaludin. Menurutnya, selama pandemi ini berbagai aktivitas ormas Islam yang dipimpinnya itu mengalami perubahan signifikan. Di antaranya, berbagai pengajian rutin meskipun masih tetap digelar namun jumlah peserta yang hadir dibatasi serta jaga jarak dan juga menerapkan prokes yang ketat. Pengajian dan kegiatan lainnya seperti rapat pun sebagian digelar secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

15 Ormawa ISBI Bandung Ikuti LDKM Tahun 2022  

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:12 WIB

Pemkot Bandung Sigap, Penjual Hewan Kurban Lega

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:20 WIB

Petani Cimenyan Dapat Bantuan Padi Huma

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:50 WIB
X