Akhirnya, Aa Umbara Dapat Restu, Segera Dipindahkan ke Rutan Kebonwaru

Aa Umbara akan dipindahkan ke Rutan Kebonwaru. Hakim Pengadilan Tipikor Bandung merestui pemindahan terdakwa kasus korupsi bansos itu.

Akhirnya, Aa Umbara Dapat Restu, Segera Dipindahkan ke Rutan Kebonwaru
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna kembali menjalani sidang lanjutan kasus bansos di Pengadilan Tipikior, Kota Bandung, Rabu, 1 September 2021. (deskjabar.com/pikiran-rakyat.com)***

INILAHKORAN, Bandung – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, akhirnya mengabulkan permintaan pemindahan tahanan Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna ke Rutan Kebonwaru, Bandung.

Seperti diketahui, Aa Umbara saat ini masih mendekam di Rutan KPK, Gedung Merah Putih, Jakarta. Selain Aa, majelis juga mengabulkan pemindahan tahanan atas nama dua terdakwa lainnya, yakni Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan.

“Ya, sebagaimana yang disampaikan majelis hakim barusan, permohonan pengalihan penahanan sudah ditetapkan dan dikabulkan,” kata kuasa hukum Aa Umbara, Rizki Rizgantara usai persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, RTabu, 8 September 2021.

Baca Juga: Kadisperindag KBB Kasih Duit ke Melalui Ajudan Aa Umbara Tapi Tak Lapor

Menurutnya, pemindahan Aa Umbara ke rutan di Bandung itu berdasarkan permohonan dari pihaknya.

“Kami pun mencantumkan surat dari Kebonwaru (Rutan Bandung) yang memang menerima titipan tahanan sesuai fungsi rutan,” kata Rizki.

Dengan dipindahkannya Aa Umbara, sambung Rizky, diharapkan kliennya itu bisa menjalani sidang secara offline dan hadir ke ruang sidang. Dengan demikian, proses pemerlksaan saksi bisa lebih lancar.

Baca Juga: Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bansos Aa Umbara Tersedu-sedu di Ruang Sidang

Tidak hanya itu, pihaknya juga sebagai tim kuasa hukum bisa berkomunikasi lancar dengan terdakwa. Lantaran, selama ini saat sidang secara online komunikasi dengan kliennya sedikit terhambat.

“Kami rasa positifnya ketika memang terdakwa hadir secara offline di ruang persidangan, karena seperti agenda hari ini sudah masuk keterangan saksi-saksi, jadi bisa lebih interaktif dalam menanggapinya, karena yang lebih tahu faktanya kan beliau,” ujarnya. (ahmad sayuti)


Editor : inilahkoran