Bawa Ganja lewat Tol, BNN Bandung Barat Ungkap Kasus Terbesar Narkoba di KBB

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis ganja di KBB.

Bawa Ganja lewat Tol, BNN Bandung Barat Ungkap Kasus Terbesar Narkoba di KBB
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja yang akan diederakan di KBB.

INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat berhasil menggagalkan sebuah truk yang mengangkut narkotika jenis ganja.

Kendaraan berjenis Mitsubishi dengan nomor polisi BK 8xx6 CO membawa ganja seberat lebih dari 67 kg dan ditangkap petugas gabungan BNNK Bandung Barat, Ditjen Penindakan Pengejaran, Dit. Intelejen BNN RI, dan petugas BNNP Provinsi Jawa Barat di Tol Purbaleunyi KM115, Desa Tagog Api, Padalarang, KBB.

Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol. Dr. Benny Gunawan mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kepala BNNP Jabar, kasus penangkapan narkotika di wilayah Bandung Barat tersebut, merupakan kasus terbesar kedua setelah penangkapan pertama pada tiga bulan lalu dengan tangkapan 230 gram ganja.

Baca Juga: Diringkus Polisi Gegara Narkoba Tiga Bulan yang Lalu, Kejari Jakbar: Anji Segera Jalani Persidangan

"Kasus ini baru tadi terungkap. Berdasarkan informasi dari BNN KBB yang berkolaborasi dengan BNN Jabar. Kita menggagalkan peredaran ganja untuk diedarkan di KBB," kata Benny pada saat jumpers di Kantor Kesbangpol KBB-Ngamprah.

Dalam penangkapan tersebut, Tim Gabungan berhasil mengamankan sopir truk berinisial MS, 40 tahun. Ganja sebagai barang bukti, di-packing dalam 3 kotak styrofoam yang berisikan total 31 bungkus.

Saat diinterogasi, sambung Benny Gunawan, tersangka MS mengaku disuruh oleh orang yang dikenalnya bernama panggilan Mandor. MS dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp15 juta. Namun, ia mengaku baru mendapat uang jalan sebesar Rp3 juta.

Baca Juga: Pemkot Kembali Resmikan Kampung Bersih Narkoba, Kali Ini di Kecamatan Cibeunying

Benny mengungkapkan kronologi penangkapan MS, dimulai dari informasi pada 2 September 2021 oleh Tim BNNK Bandung Barat tentang adanya kurir yang akan membawa ganja tersebut dari wilayah Sumatera ke Jawa Barat.

Barang bukti itu dibawa dari Komplek Pergudangan di Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu, 4 September 2021 dengan menggunakan bus. Tersangka mengetahui ganja tersebut akan dikirim ke daerah Bandung Barat.

Kemudian pada Rabu, 8 September 2021, sekitar pukul 10.30 WIB baru dilakukan penangkapan di Tol Purbaleunyi. "Ini jaringan dari Aceh, Medan, dan tidak menutup kemungkinan di Jabar," beber Benny Gunawan.

Baca Juga: Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Bandung Barat Tes Urine 384 ASN

MS pada awalnya, mengangkut sepeda motor ke Medan. Pulangnya, ia bertindak sebagai kurir membawa ganja itu dengan tujuan wilayah KBB.

Atas perbuatannya, MS terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati karena telah melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 ayat 2.

Benny Gunawan juga mengatakan, dengan penangkapan kasus narkoba tersebut, menyelamatkan dampak sosial sekitar 310.000 orang warga KBB dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Untuk jaringan peredaran ganja ini, Benny Gunawan masih mendalami, termasuk nama Mandor yang disebut-sebut tersangka.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Asep Sodikin mengapresiasi BNN KBB yang berhasil menyelamatkan 310.000 orang yang jadi sasaran penyalahgunaan narkotika tersebut.

"Tentunya harus diapresiasi. Karena kerugian sosialnya, luar biasa. Kebayang kalau ini sempat diedarkan di KBB, dampaknya luar biasa," pungkasnya. (agus satia negara).***


Editor : inilahkoran