• Sabtu, 4 Desember 2021

Ade Barkah Ancam Bikin Kisruh DPRD Jabar Andai Usulannya Tak Diakomodir

- Senin, 13 September 2021 | 13:33 WIB
Sidang lanjutan dugaan korupsi Banprov Jabar ke Kabupaten Indramayu di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin 13 September 2021. (Ahmad Sayuti)
Sidang lanjutan dugaan korupsi Banprov Jabar ke Kabupaten Indramayu di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin 13 September 2021. (Ahmad Sayuti)

INILAHKORAN, Bandung- Mantan pimpinan DPRD Jabar Ade Barkah Surahman mengancam pejabat Bappeda Jabar jika usulannya tidak dimasukan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) online, akan membuat DPRD Jabar kisruh.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jabar Yuke Mauliana Septina saat dihadrikan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin 13 September 2021.

Selain menghadirkan Yuke, sidang lanjutan dugaan korupsi Banprov Jabar ke Kabupaten Indramayu tersebut, juga menghadirkan tiga orang saksi lainnya. Mereka, yakni dua mantan Kepala Bappeda Jabar Yerry Yanuar, dan Mohammad Taufiq Santoso, serta administrator Bappeda Jabar R Bela Sakti Negara.

Yuke mengaku pada saat RKPD online Bappeda Jabar sudah ditutup dirinya sempat menerima pesan lewat whatsapp dari Ade Barkah agar kembali membuka RKPD online karena beberapa usulan kegiatan dari Indramayu belum masuk aplikasi.

Baca Juga: Bupati Cirebon ke Warganya: Ayo Sama-sama Jaga Adat dan Budaya!

Ade Barkah WA ssaya ada beberapa kegiatan belum masuk aplikasi dan minta dibuka. Saya bilang, sudah selesai di proses perencanaan. Saya sempat menolak, namun dia (Ade Barkah) bilang kalau aplikasinya tidak dibuka akan membuat kisruh di DPRD,” katanya.

Dirinya menolak lantaran saat itu proses input usulan dari RKPD onlien kabupaten/kota sudah ditutup. Karena ada intervensi dari Ade Barkah yang tidak lain pimpinan DPRD Jabar, Yuke pun kemudian melaporkan kepada Kepala Bappeda yang saat itu dijabat Yerry Yuniar.

Walaupun pada akhirnya aplikasi RKPD online kembali dibuka, lantaran ada surat edararan Kemendagri tahun 2018, yang intinya usulan pembangunan di RKPD onlione harus diseleraskan karena bertepatan dengan pilkada serentak.

”Sistem RKPD online sempat dibuka, tapi tidak dikhususkan untuk Indramayu. Melaijnkan untuk seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB

Foto: 13 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Difabel

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:33 WIB
X