• Jumat, 29 Oktober 2021

Wajah Kusam TPAS Sarimukti KBB, Sehari Tampung 2000 Ton Sampah

- Senin, 13 September 2021 | 14:35 WIB
Mobil pengangkut sampah saat tiba di TPAS Sarimukti. (Agus SN)
Mobil pengangkut sampah saat tiba di TPAS Sarimukti. (Agus SN)
 
INILAH, Ngamprah - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat semakin memprihatinkan. Dalam Sehari, sampah yang datang mencapai 200 ton.
 
Pasalnya, TPAS Sarimukti sudah tidak memungkinkan untuk menampung sampah dari empat kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya.
 
Tak hanya itu, sewa lahan TPAS Sarimukti akan habis pada tahun 2023 mendatang.
 
 
Kendati Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan TPAS Legok Nangka untuk menjadi kawasan pembuangan sampah baru, namun hal itu bisa dilakukan pasca TPA Sarimukti telah berhenti beroperasi.
 
Koordinator TPAS Sarimukti, Riswanto mengatakan, dalam sehari TPA tersebut menerima 2000 ton sampah dari kawasan Bandung Raya termasuk Kabupaten Bandung Barat.
 
"TPAS ini kan digunakan oleh Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kota Bandung. Dan wilayah yang paling banyak membuang sampah ke TPA Sarimukti yakni 1200 ton dalam satu hari adalah Kota Bandung," katanya saat ditemui di TPA Sarimukti, Senin 13 September 2021.
 
Ia menyebut, kapasitas penampungan sampah di lahan seluas 28,5 hektar tersebut sudah tidak memungkinkan untuk menerima pembuangan sampah dari berbagai wilayah.
 
"Saat ini TPA Sarimukti udah over kapasitas bahkan ada rencana lahan tambahan sebanyak 10 hektar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," sebutnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Anugerah mengatakan, sampai saat ini sampai yang dibuang dari KBB ke TPAS Sarimukti sekitar 150 ton per hari.
 
 
"Kita sudah berencana melakukan pembebasan lahan untuk TPA yang baru. Jadi sebanyak 75 ton sampah yang dihasilkan KBB dibuang ke Legok Nangka dan sisanya di TPAS yang baru," katanya.
 
Bahkan, sambung dia, pihaknya pun nantinya akan membuka peluang bekerjasama dengan kabupaten kota lain seperti Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung untuk membuang sampah ke tempat yang baru.
 
"Kalau ke Legok Nangka kan lumayan agak jauh dari sisi jarak kalau ke sini kan lebih dekat dan bisa menghemat cost," ujarnya.
 
Ditemui di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan lahan yang baru dengan lokasi tak terlalu jauh dari TPAS Sarimukti.
 
"Kalau ga salah sampah yang dihasilkan dalam satu hari itu 600 ton dan yang dibuang ke Legok Nangka sebanyak 75 ton jadi kita akan membuat TPA yang baru," katanya.
 
Ia mengaku, pihaknya pun telah melakukan survei ke sejumlah lokasi untuk memastikan TPA yang baru dari akses jalan jauh lebih baik dari TPAS Sarimukti saat ini.
 
"Kalau untuk pembelian lahan insha Allah tahun kita anggarkan di tahun 2022 mendatang," ujarnya.
 
Ia berharap, adanya pihak ketiga yang mau berinvestasi di TPAS yang baru nanti. Namun dirinya enggan jika investasi tersebut berupa pinjaman uang.
 
"Mudah-mudahan nanti ada investor yang mengelola sampah di sini. Ada beberapa negara yang menawarkan pinjaman uang hingga Rp400 miliar," tandasnya. (agus satia negara).
 
 
 
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisudawan Termuda Ini Mimpi Jadi Pengusaha

Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:57 WIB

Jual Lahan Desa Rp 50 M, Kades di Lembang Dibui

Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:46 WIB

Foto: Pembuatan Mural di Bawah Jembatan Pasupati

Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:53 WIB
X