• Rabu, 20 Oktober 2021

KBB Kekurangan Guru, Peluang Jadi PNS KBB Masih Besar

- Senin, 13 September 2021 | 19:28 WIB
Pelaksanaan tes seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) jalur pegawai pemerintah.                                (INILAHKORAN/Agus Satia Negara)
Pelaksanaan tes seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) jalur pegawai pemerintah. (INILAHKORAN/Agus Satia Negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Pelaksanaan tes seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) tingkat Kabupaten Bandung Barat dimulai hari ini.

Pelaksanaan tes seleksi calon ASN akan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, mulai tanggal 13 hingga 17 September 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, pelaksanaan tes seleksi ASN di Kabupaten Bandung Barat berjalan dengan sangat baik.

Baca Juga: Wajah Kusam TPAS Sarimukti KBB, Sehari Tampung 2000 Ton Sampah

Pasalnya, seluruh tahapan berjalan lancar dan penerapan protokol kesehatan pun dilakukan sesuai dengan aturan.

"Selain dilakukan rapid test bagi seluruh peserta dan panitia, jumlah peserta yang mengikuti seleksi di ruangan dibatasi hanya 20 orang sehingga jarak satu dengan yang lainnya bisa terjaga," kata Hengky Kurniawan kepada INILAHKORAN pada Senin, 13 September 2021.

Menurutnya, jika mengacu pada kebutuhan tenaga pendidik atau guru, jumlah keseluruhan guru yang dibutuhkan di KBB sekitar 3.520 orang. Sementara peserta yang mendaftar seleksi hanya 3.227 orang.

Baca Juga: ASN dan Pejabat Garut Tak Bisa Lagi Bebas Keluar Daerah Tahun Depan, Ini Penyebabnya

"Belum tentu dari jumlah tersebut lulus semua, mengingat proses seleksi yang dilakukan sangat ketat," tuturnya.

Ia memastikan, saat ini Kabupaten Bandung Barat sedang kekurangan guru. Oleh karenanya, sambung dia, pihaknya akan melakukan seleksi CPNS lanjutan gelombang 2 dan 3 pada bulan Oktober dan Desember mendatang.

"Bagi para peserta yang tidak lolos kali ini, masih memiliki kesempatan untuk ikut seleksi pada gelombang berikutnya," ujarnya.

Baca Juga: Lindungi Pelaku Transportasi dari Covid-19, Dishub KBB Berikan 2.000 Dosis Vaksin Gratis

Sementara itu, Pengawas Utama Seleksi Kompetensi P3K Kemendikbud, Tatang Suhendar Iskandar mengatakan, seleksi P3K Guru di KBB ini diikuti oleh 3.227 peserta.

"Pelaksanaan seleksi PPPK tahap pertama ini berlangsung di lima sekolah, yakni SMA 1 Padalarang, SMA 2 Padalarang, SMA 4 Padalarang, SMA 1 Cisarua, dan SMA 1 Ngamprah, masing-masing sekolah diikuti 200 peserta," katanya.

Ia menjelaskan, tidak semua sekolah dapat menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK). Pasalnya, Kemendikbud melakukan seleksi dan verifikasi secara ketat dalam menunjuk TUK di sekolah.

Baca Juga: Warga KBB Siap-siap! Bakal Ada Ojol Antar Beras untuk yang Terdampak Covid-19

"Artinya sekolah yang memiliki sarana lengkap khususnya dalam konteks pengadaan komputer dan lainnya. Jadi tidak semua bisa ditunjuk sebagai TUK," jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, tes seleksi PPPK guru tersebut meliputi 4 jenis soal yakni, kompetensi teknis, kompetensi, manajerial, kompetensi sosiokultural dan wawancara. Peserta akan diberi waktu untuk mengisi soal selama 3 jam.

"Yang dimaksud tes wawancara itu bukan face to face, tapi bentuk soal ada pertanyaan tapi itemnya berupa wawancara dan peserta menjawab pertanyaan itu, seperti soal essay," terangnya.

Ia menambahkan, pengumuman hasil tes seleksi PPPK guru tahap pertama itu akan diumumkan pada 24 September 2021. Setelah itu, sambung dia, akan ada masa sanggah pada 24-27 September 2021.

"Nanti akan diumumkan pada 24 September untuk tahap sekarang. Setelah diumumkan ada masa sanggah. Nah, pada 5 Oktober itu pengumuman masa sanggah, artinya keputusan lulus atau tidak akan diumumkan setelah masa sanggah," tandasnya. (agus satia negara).***

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apresiasi untuk Mereka yang Bersedia Divaksin

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:31 WIB
X