• Jumat, 17 September 2021

SLBN Cicendo Kota Bandung Hanya 30 Persen Siswa Laksanakan PTM Terbatas

- Selasa, 14 September 2021 | 11:12 WIB
istimewa
istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Salah satu sekolah yang baru melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas adalah, SLBN Cicendo Kota Bandung. Hanya 30 persen siswa yang hadir ke sekolah.

Kepala SLBN Cicendo Kota Bandung Wawan mengatakan, PTM terbatas baru dilaksanakan pada 13 September 2021 kemarin, khususnya untuk siswa-siswi SMALB. Sementara untuk SMPLB di hari kedua Selasa, SDLB dilakukan di hari ketiga Rabu dan keempat Kamis dan TKLB di hari terakhir Jumat.

"Karena kan untuk satuan pendidikan SLB sendiri ada TK, SD, SMP dan SMA. Sehingga model yang dilakukan secara bergilir. Nah, itu berjalan untuk tahap pertama ini satu bulan kedepan. Hasil evaluasi jika PTM terbatas ini lancar, baru kita masuk ke adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal dengan penambahan 50 persen siswa yang akan melaksanakan PTM terbatas tahap kedua," ucap Wawan, Selasa 14 September 2021.

Wawan menambahkan, secara prosedur memang ada persyaratan-perayaratan normatif yang harus dipenuhi jika orangtua siswa tidak mengizinkan untuk menggelar PTM terbatas. Pertama, guru dan tenaga kependidikan harus sudah divaksin, kedua, terkait dengan persyaratan-persyaratan kelengkapan peralatan dan seterusnya, ketiga izin dari orangtua.

"Ketika tidak ada izin dari orangtua, kita tetap memberikan pelayanan pendidikan dengan sistem blanded learning dan belajar dari rumah," jelasnya.

Selain itu, untuk memulihkan kembali stamina siswa yang selama ini melakukan pembelajaran jauh (PJJ), pihak sekolah mengawali PTM terbatas dengan melakukan upacara bendera. Dengan melakukan kegiatan itu, ekspresi dan tergambar dari raut wajah serta komunikasi yang dilakukan oleh sejumlah guru, memang mereka (siswa) merindukan dan mengharapkan tatap muka secara langsung.

Itu sebenarnya modal besar untuk melakukan upaya layanan pendidikan kembali, sampai di posisi sediakala, sehingga tahapannya adaptasi kebiasaan baru (AKB) sampai ke new normal.

"Yang jelas respon dari anak-anak mengharapkan sekali tatap muka ini dapat dilaksanakan dan tidak lagi belajar secara daring," ucapnya Wawan.

Dia berharap, PTM terbatas menjadi opsi terbaik untuk anak-anak mendapatkan layanan secara maksimal, terutama terkait dengan hal-hal berkenaan dengan penguatan karakter dan vokasional, karena penguatan karakter dan vokasional tidak bisa diceramahkan dan harus dipraktikan melalui pembiasaan sampai akhirnya membudaya.

"Perhari ini ada harapan barangkali ada anak-anak kami kedepan untuk mendapatkan pendidikan secara langsung supaya jauh lebih optimal dan maksimal," pungkasnya. (okky adiana)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X