• Jumat, 17 September 2021

Pemkot Bandung Klaim Keberadaan Buruan SAE Turut Andil Berdayakan Perekonomian Warga

- Selasa, 14 September 2021 | 14:48 WIB
Pemkot Bandung gencarkan program Buruan SAE. (istimewa)
Pemkot Bandung gencarkan program Buruan SAE. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan salah satu gagasan yang dibawanya yakni menumbuhkan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat Kota Bandung dalam membentuk ketahanan pangan.

Pasalnya, 96 persen pasokan pangan bagi Kota Bandung berasal dari luar daerah. Tak pelak, ketika terjadi inflasi pun kerap ditimbulkan sejumlah komoditas bahan pangan.

Untuk itu, selain menyangkut soal pemenuhan kebutuhan makanan, konsep ketahanan pangan itu memberikan dampak secara perekonomian. Setidaknya bisa mengurangi pengeluaran masyarakat untuk membeli bahan makanan.

Baca Juga: Soal Nasib Warga yang Terlanjur Gunakan Sertifikat Vaksin Palsu, Polda Serahkan ke Kemenkes

Oded M Danial pun mulai merealisasikan dengan menghadirkan program Buruan Sehat, Alami, dan Ekonomis (SAE) sebagai pengembangan dari konsep urban farming. Namun, Buruan SAE mengusung konten lebih komplet.

Buruan SAE ini program Kota Bandung membangun ketahanan pangan. Karena Kota Bandung ketergantungan pangan dari luar itu sangat besar, itu hampir 96 persen,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, Selasa 14 September 2021.

Jika pada urban farming hanya fokus pada komoditas tertentu semisal sayuran semata, Buruan SAE ini terintegrasi dengan banyak unsur. Yakni turut meliputi tanaman obat, buah-buahan, olahan hasil, pembibitan, dan hewan ternak baik ikan ataupun unggas.

Baca Juga: Sertifikat Vaksinasi Palsu Dijual Online Rp100-500 Ribu, Begini Cara Pelaku Memanipulasi Data

Integrasi Buruan SAE tidak sebatas di komoditas saja, tetapi sekaligus menjadi pola pengelolaan sampah selaras dengan konsep Kurangi Pisahkan Manfaatkan Sampah (Kang Pisman). Yakni memanfaatkan sampah organik sebagai kompos media tanam, pupuk, lalu mengembangkan sebagai pakan ternak.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X