• Jumat, 17 September 2021

Memetik Pelajaran Berharga Dibalik Tradisi Hajat Arwah di Desa Nyalindung, Cipatat, KBB

- Selasa, 14 September 2021 | 15:02 WIB
Tadisi Hajat Rawah di Kampung Parakansalam, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, KBB.  (agus satia negara)
Tadisi Hajat Rawah di Kampung Parakansalam, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Hajat Arwah atau syukuran ruwah adalah adat tradisi masyarakat Kampung Parakansalam, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hajat arwah ini berupa ziarah kubur atau nadran untuk berdoa bertawasul di makam leluhur Eyang Entang atau Mbah Dalem Jagat Sakti serta para tokoh lainnya pada bulan syaban atau ruwah.

Hajat di sini bermakna berdoa kepada Allah SWT agar para arwah yang membangun kampung tersebut bisa terus mendapat pahala yang mengalir karena jasa budi baik amaliahnya semasa hidup.

Oleh karenanya, seluruh keturunan dari leluhur Kampung Pasirsalam harus menghormati jasa-jasa leluhurnya. Hal ini benar adanya, karena tanpa ada leluhur atau karuhun tidak akan pernah ada keturunan selanjutnya.

Baca Juga: Tradisi Kirim Bingkisan Makanan Jelang Hari Raya

Hajat arwah yang dilakukan di Kampung Parakansalam terus dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun dan dipimpin langsung sesepuh Kampung Parakansalam, seperti Mama Idris, Mama Arsyad, Wil Sukri, Wil Zuki, Aki Anda Sutisna, serat turunannya yang masih hidup, yaitu Abah Otib.

Prosesi Hajat Arwah

Mengawali acara, seluruh masyarakat berkumpul di rumah tokoh masyarakat. Lalu, dilakukan pawai budaya dengan diiringi oleh qasidah dan marawis dengan melantunkan salawat.

Seluruh masyarakat berjalan sambil membawa kendi yang berisi daun hanjuang oleh anak-anak menuju makam Mbah Jagat Sakti dari Kampung Parakansalam menuju Kampung Cibarengkok.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X