• Kamis, 23 September 2021

Upacara Panyinglar Wiyasa, Tradisi Unik Warga Desa Nyalindung untuk Tolak Bala

- Rabu, 15 September 2021 | 16:33 WIB
Upacara Panyinglar Wiyasa di Desa Nyalindung, Cipatat, KBB.
Upacara Panyinglar Wiyasa di Desa Nyalindung, Cipatat, KBB.

INILAHKORAN, Ngamprah - Kampung Pasirsalam, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat seakan tak pernah habis menyuguhkan beragam kebudayaan dan adat istiadat yang masih dijaga hingga saat ini.

Tak hanya upacara Hajat Arwah, Kampung Pasirsalam ternyata masih memiliki sebuah ritual kebudayaan yang dipercaya untuk menolak bala atau musibah.

Terlebih dalam menghadapi pandemi penyakit, para leluhur orang sunda, khususnya di Kampung Pasirsalam telah mengajarkan adat istiadat yang masih terjaga hingga turun-temurun.

Baca Juga: Memetik Pelajaran Berharga Dibalik Tradisi Hajat Arwah di Desa Nyalindung, Cipatat, KBB

Dikenal dengan upacara Panyinglar Wiyasa, Panyinglar memiliki arti menghindari budaya, sementara Wiyasa berarti aneka ragam bentuk penyakit.

Dalam pelaksanaan ritual Panyinglar Wisaya ini, ada kekhususan tersendiri, yaitu pelaksanaan upacara harus dilakukan di perempatan jalan atau istilah masyarakat Kampung Parakansalam menyebutnya jalan ngolecer.

Upacara ini bertujuan untuk menangkal penyakit yang datang dari berbagai arah mata angin, mulai dari jalan arah utara, selatan, barat dan timur. Makna penangkal ini disebut sawen atau tolak bala.

Baca Juga: Tradisi Kirim Bingkisan Makanan Jelang Hari Raya

Pemangku adat Kampung Pasirsalam, Abah Otib mengatakan upacara akan dilakukan dengan doa secara adat yang disebut doa panyinglar tolak bala untuk menghindari penyakit.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

41 Kades di KBB Diberhentikan Serentak dari Jabatannya

Kamis, 23 September 2021 | 09:42 WIB

Gerakan Menulis Alquran, Oded Gandeng Cordoba

Kamis, 23 September 2021 | 09:39 WIB
X