• Kamis, 23 September 2021

Kasus Bansos Covid-19 KBB, Pembayaran Bansos ke Andri Wibawa secara Tunai dan Transfer

- Rabu, 15 September 2021 | 20:15 WIB
Sidang kasus Bansos Covid-19 KBB, Deni Indra Mulyawan dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.  (INILAHKORAN/Ahmad Sayuti)
Sidang kasus Bansos Covid-19 KBB, Deni Indra Mulyawan dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. (INILAHKORAN/Ahmad Sayuti)

INILAHKORAN, Bandung - Sidang kasus Bansos Covid-19 KBB, Deni Indra Mulyawan dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK soal pembayaran dari Pemkab Kabupaten Bandung kepada Andri Wibawa. Aliran dana selain tunai diterimanya, ada juga yang ditransferkan ke rekening anak Andri Wibawa.

Hal itu diungkapkan Deni Indra saat dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat Covid-19, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, pada Rabu, 15 September 2021.

Dalam persidangan terungkap jika Deni Indra merupakan tim dari terdakwa Andri Wibawa yang merupakan anak Aa Umbara. Dia dan saksi lainnya, Hardi  Febian Sobana pula yang diutus oleh Andri Wibawa menghadap Aa Umbara dan Dinsos untuk mengurus pengadaan barang (sembako) Bansos Covid-19.

Baca Juga: Aa Umbara Rupanya Suruh Tim Anaknya Cari Bendera Perusahaan untuk Tender Bansos

Saat ditanya JPU KPK Budi Nugraha soal sistem pembayaran dari Pemkab Bandung Barat, Deni Indra pun menyebutkan jika pembayaran dan pengerjaan tender dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yang dikerjakan CV Jaya Kusuma totalnya sebanyak Rp12 miliar.

”Setelah dipotong pemilik CV, saya langsung transferkan sebagian ke suplier barang,” katanya.

“Uang itu diterima dalam bentuk cash, langsung dibayarkan ke suplier,” tanya Budi.

“Iya dalam bentuk cek. Kemudian saya menerima catatan dari Andri daftar suplier yang harus dibayarkan dan langsung ditransfer,” ujarnya.

Baca Juga: Akhirnya, Aa Umbara Dapat Restu, Segera Dipindahkan ke Rutan Kebonwaru

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X