• Rabu, 20 Oktober 2021

Warga Rajamandala Terima Bansos Ayam Busuk, Hengky: Saya Baru Tahu dari Media

- Jumat, 17 September 2021 | 10:30 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. (Agus Satia Nagara)
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. (Agus Satia Nagara)
 
INILAH, Ngamprah - Sejumlah warga di di Kampung Cinangka, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat kecewa lantaran bantuan sosial (Bansos) berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterimanya berisi daging ayam busuk dan telur yang berisi belatung.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, bantuan tersebut berisi enam item dalam satu paket, di antaranya ayam potong 1 kilogram, telur 1 kilogram, beras 10 kilogram, tahu, kentang dan buah pir senilai Rp200 ribu.
 
Bansos tersebut merupakan bantuan sembako yang seharusnya turun satu paket sembako setiap bulannya selama 5 bulan. Kendati demikian, pada proses pendistribusian kali ini, KPM menerima langsung 5 paket sembako dalam satu hari.
 
Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Tarti (42) mengaku, dirinya mendapat bantuan tersebut pada Minggu, 12 September 2021, namun dengan kondisi sudah membiru dan berbau tak sedap. 
 
"Setelah disimpan di rumah, gak lama di rumah kaya ada bau bangkai. Setelah dicari ternyata bersumber dari daging ayam dari paket bansos," kata Tarti, Kamis (16/9) 
 
Tak hanya daging ayam tak layak konsumsi, ia juga menyebut bahwa telur yang ada dalam paket tersebut terdapat belatung. Makanya, ia lebih memilih untuk tidak mengonsumsi bantuan tersebut.
 
 
"Telurnya ada belatungan, saya gak berani makan. Telur akhirnya saya bagi-bagikan ke tetangga. Kali aja masih ada yang bisa diolah. Ayam juga saya gak berani makan, orang baunya juga udah busuk. Gak layak konsumsi," ujar Tarti.
 
"Kalau tahu mah dibuang. Udah gak layak konsumsi. Kalo beras, kentang sama buah pir mah aman. Bagus lah berasnya mah," tambahnya.
 
Hal serupa dikatakan Kokom (55), warga RT 01 RW 06 Desa Rajamandala Kulon bahwa dirinya juga mendapat bantuan yang terdapat item ayam busuk dengan kondisi warna yang membiru. 
 
"Di bagian sayap dagingnya sudah membiru gitu. Saya gak berani makan. Telornya juga pas mau dimasak sebagian sudah hancur yang kuning-kuningnya," ujarnya. 
 
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan">Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan lantaran Pemda Bandung Barat belum menganggarkan untuk bansos.
 
 
"Kalau pun ada, itu berarti dari kementerian," katanya kepada INILAH, Jumat 16 September 2021.
 
Namun, lanjut dia, kalau itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pihaknya akan mengecek dan membuat laporan.
 
"Saya kan belum terima datanya, malah baru dengar dari teman-teman," ujarnya.
 
Ia menegaskan, pihaknya akan segera melaporkan ke pusat agar segera dievaluasi.
 
"Kita sampaikan ke Dinsos KBB, biar Dinsos yang menyampaikan ke pusat," tegasnya.
 
Sebelumnya, Kepala Seksi Kesejahteraan (Kesra) Desa Rajamandala Kulon, Diki mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait bantuan yang didalamnya terdapat daging ayam dan telur busuk tersebut. 
 
 
Ia mengaku bahwa pihaknya baru mau mengumpulkan informasi terkait dugaan bansos berisi ayam dan telur tersebut. 
 
"Bansos BPNT ini merupakan KPM perluasan tahap dua. Di Desa Rajamandala Kulon ada 516 KPM yang menerima BPNT ini. Tapi terkait ayam busuk, sampai sekarang belum ada laporan. Kalau dengar sih pernah, tapi gak ada buktinya," tandasnya. *** (agus satia negara).
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apresiasi untuk Mereka yang Bersedia Divaksin

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:31 WIB

Polda Jabar Bekuk Bos Pinjol Ilegal Asal Sleman

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:51 WIB
X