• Kamis, 30 Juni 2022

Pandemi, Momentum untuk Merevisi Pola Pembelajaran

- Selasa, 21 September 2021 | 18:15 WIB
Direktur Perguruan Darul Hikam Ruri Ramadhanti. (INILAHKORAN/Okky Adiana)
Direktur Perguruan Darul Hikam Ruri Ramadhanti. (INILAHKORAN/Okky Adiana)

INILAHKORAN, Bandung - Direktur Perguruan Darul Hikam Ruri Ramadhanti mengatakan, pandemi merupakan momentum untuk merevisi pola pembelajaran, sehingga lebih efektif kepada siswa.

Ruri Ramadhanti menyarankan, kalau di kondisi pasca pandemi, kalau mau dilaksanakan secara high tech (teknologi tinggi), maka kita lakukan hybrid learning. Jadi hybrid learning itu siswa dimana pun akan terlayani dengan sama.

“Baik itu yang ada di sekolah, maupun yang ada di luar sana," kata Ruri Ramadhanti, di sela Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) dengan tema ‘Pola Pendidikan Pasca Pandemi’, di Kampus 2 SMA Darul Hikam, Jalan Supratman, Kota Bandung, Selasa 21 September 2021.

Baca Juga: Mendalam dan Unik, Karya Tulis dan Foto Peserta Writing and Photo Competition Darul Hikam

Selain itu, kata Ruri Ramadhanti, pandemi juga memberi keuntungan kepada orang tua dan siswa. Siswa jadi lebih terbiasa mandiri, kemudian mereka mempunyai manajemen sendiri. Sehingga modal-modal itu harus dimanfaatkan kepada siswa.

"Karena itu, kita harus memberikan banyak experience learning (pengalaman belajar). Jadi, pembelajaran yang berbasiskan pengalaman, mereka harus banyak ke alam, banyak ke masyarakat, di luar kelas, dibandingkan di dalam kelas tanpa harus mengabaikan aspek akademik," katanya.

Kata Ruri Ramadhanti, terkait hybrid learning di Indonesia, sebetulnya sangat cocok di Indonesia. Sebab, banyak sekali orang Indonesia yang mau berangkat ke sekolah jarak tempuhnya cukup jauh dan memakan waktu yang lama. Misalnya, jarak tempuhnya 4 kilometer, dan mereka harus berjalan kaki.

Baca Juga: SMA Darul Hikam Gelar Webinar Kurban

"Kalau kita bisa memanfaatkan hybrid learning ini, menurut saya anak-anak tidak harus kemana-kemana. Tapi syaratnya hanya satu, pemerintah harus menyediakan jaringan internet di seluruh wilayah Indonesia. Kedua, harus menyediakan jaringan publik, dan itu tidak berbayar. Seperti di negara luar itu, kita kalau mau pakai internet tinggal pakai wifi saja," pungkasnya. (Okky Adiana).***

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

15 Ormawa ISBI Bandung Ikuti LDKM Tahun 2022  

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:12 WIB

Pemkot Bandung Sigap, Penjual Hewan Kurban Lega

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:20 WIB

Petani Cimenyan Dapat Bantuan Padi Huma

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:50 WIB
X